Friday, 3 April 2026

Tempat Ngopi Sesyahdu di Stoic by episode Coffee & Space Lombok

 


Sudah lama saya mau datang ke cafe ini, baru kesampaian minggu lalu tepatnya setelah lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Janjian sama temen-temen motor dan mereka ada waktu buat kumpul. Kebetulan di akhir pekan, kami berencana nyari kedai kopi buat ngobrol-ngobrol santai.

Setelah berdiskusi yang cukup alot di chat grup, akhirnya kami memilih ngopi di Stoic Coffee & Space. Tempatnya asyik buat nongki. Review lengkapnya, baca sampai habis !.

Janjian sore mau kesana, eh malah hujan lebat. Sempat galau jadi apa gak. Syukurnya ada jas hujan, jadinya saya terabas saja. Mau pakai mobil, sayangnya mobilnya masih di dealernya. Untungnya Si Nmax kesayangan menemani sepanjang jalan sambil hujan-hujanan. Kontak teman-teman, ternyata ada yang sudah datang duluan. "Semangat amat bung !". Jujur, ini pertama kami juga kesini. 

Stoic Coffee saya menyebutnya merupakah sebuah kedai kopi yang instagrammable dan lagi ngehits. Lokasinya di Jalan Bung Karno no.31, Cilinaya, Kec.Cakranegara, Kota Mataram. Tepatnya di depan Polsek Mataram. Buka dari jam sembilan pagi hingga sebelas malam. 

Cukup unik dibandingkan kompetitor lainnya yang berada di Kota Mataram. Cafe ini memiliki area yang cukup luas. Sebelum ada cafe ini, tempat ini dikenal dengan nama Sayung Resto. Salah satu restaurant ternama di kota ini. Sayangnya Sayung Resto sudah gak seramai dulu. Sempat tutup juga dan entah sampai sekarang masih buka apa gak.

Masih satu area dengan bangunan Sayung restonya, pemilik resto membangun cafe yang cukup menarik bernama Stoic Coffee & Space. Ditata semenarik mungkin. Berada di tengah-tengah pepohonan yang sangat rindang. Bisa dibilang cafe dibangun di tengah hutan kota yang asri. Mau siang atau sore, kita gak bakal kepanasan duduk santai sambil ngopi. 

Yuk kita ulik gimana sensasi nongkrong di Stoic Coffee !. 





Untuk lokasinya gak perlu bingung. Cafe ini berada persis di pinggir jalan raya tengah kota. Tinggal buka google maps, ketik Stoic Coffee atau Sayung Resto, langsung keluar tempatnya. 

Tapi buat kalian yang masih bingung, tenang saja. Di pinggir jalan sudah terdapat plank berwarna cokelat bertuliskan Stoic by episode Coffee & Space. 

Sensasi memasuki area cafenya, pastinya kalian sudah dibuat senang. Kita disambut oleh rimbunnya pepohonan besar yang cukup rindang. Belum lagi ada kolam ikan yang cukup luas. Dari pintu masuk, udara yang sejuk menyapa saat memasuki area cafenya

Menuruni jalanan berbatu menuju area parkirnya yang berada di bagian belakang. Area parkirnya cukup luas. Baik mobil maupun motor bisa menampung dengan jumlah puluhan unit. 

Sesampainya di lokasi, sudah ada personil yang sudah duduk santai di depan area kolam ikan. Setelah memarkirkan motor, saya langsung berjalan ke mereka. Ada Enwal dan Kadek yang sudah nongki duluan. Tinggal Mas Den yang belum datang. Yang lainnya gak tau ikut gabung apa gak. 

Berhubung mereka sudah pesan minuman. Saya langsung menuju meja kasir buat pesan minuman dan makanan. Berhubung perut juga laper, saya putuskan buat makan sore. 




Berjalan menuju meja kasir buat pesan menu. Saya harus menaiki anak tangga karena bangunan utama cafenya berada di atas. Menunggu antrian pengunjung lainnya di depan saya. Sempat bingung mau pesan apa. Lihat-lihat daftar menunya. Ada beberapa menu yang cukup familiar. Selain itu masih asing. 

Setelah giliran saya, mata langsung tertuju ke salah satu menu yaitu salah satu menu. Untuk menunya cukup banyak dan beragam. Dari snack sampai dessert. Dari kopi hingga non kopi juga ada disini. Soal harga kalian nongkrong disini bisa menghabiskan budget 25 ribu hingga 50 ribu rupiah, ini standar ya. Kalau pengen nambah yang lain bisa lebih dari itu.

Menu apa yang saya pesan, kita spill nanti pas bagian review minuman dan makanannya ya !. Sabar. 

Untuk pembayaran bisa pake Qris atau cash. Saya memilih pembayaran cash saja biar gak terbiasa pake Qris. Untuk pemesanan cukup cepat ya. Mbak stafnya juga sangat ramah dan manis, asyiiik (semoga gak dibaca sama istri). 

Setelah memesan menu, saya coba berkeliling area cafe sebentar. Disini cafenya cukup unik dan estetik. Pemilik cafe sepertinya ingin buat pengunjungnya betah berlama-lama duduk disini sambil ngumpul bareng teman atau keluarga. Betah berlama-lama juga untuk bekerja dengan laptop. Tempat anak-anak rekreasi juga bisa. 

Tempat duduknya juga cukup banyak dan beragam. Kalian bisa memilih bersantai di ruang indoor, semi outdoor dan outdoor

Untuk ruang indoor-nya sangat estetik. Buat kalian yang suka foto-foto ala Instagram bisa pilih duduk disini. Ruangannya didesain semenarik mungkin. Buat meeting juga cocok. Asalkan jangan ngumpul buat gibah saja. Ruangannya juga sudah dilengkapi AC jadinya betah berlama-lama kerja di laptop. 

Menuruni tangga, disini ada ruang semi outdoor. Ada beberapa meja kursi yang nyaman dengan lampu hias di atasnya. Buat kalian yang gak betah di dalam ruang ber-AC tapi masih ingin bekerja, cocok duduk disini. 

Nah ini yang paling saya suka yaitu tempat duduk outdoornya. Masih di lantai yang sama dengan semi outdoor, ada tempat duduk yang berada di pinggir bangunan cafe. Meja panjang dari cor-coran semen dengan kursi merah yang nyaman. Kalian yang datang sendiri dan mencari ketenangan, bisa pilih tempat ini. Di hadapan kita juga terlihat area hutan kota yang asri dengan kolam ikan dan pepohonan yang rindang. 

Tempat duduk terakhir yaitu di area hutan kota dengan kolam ikannya. Disini gak terlalu banyak meja kursinya. Siapa yang datang cepat, dia yang dapat. Untungnya si Enwal datang duluan jadinya masih dapat tempat duduk disini. Untuk meja kursinya ada yang diberi payung dan gak. Jumlahnya juga terbatas. 

Dikelilingi oleh hutan kota dan kolam ikan yang kedalamannya sekitar satu meter. Dulunya kolam ikan ini merupakan kolam permandian karena gak jauh dari kolam ini ada sumber mata air yang masih ada sampai sekarang. Sekitar sumber mata air ini terdapat pura kecil tempat persembahyangan umat Hindu. Karena yang punya tempat ini orang keturunan Bali. 

Fasilitas lainnya ada musholla dan toilet yang cukup bersih dan terawat. Sayangnya saya gak sempat fotoin. Selain itu kebersihan tempatnya juga baik. Gak ada sampah atau binatang pengganggu seperti kucing dan anjing. Cafe ini benar-benar dikelola dengan baik. 






Setelah berkeliling sekitar cafe, saya kembali ke tempat duduk. Gak lama kemudian, pesanan saya datang. Wah, cepat juga ya. Padahal baru saja pesan. Penyajiannya juga masih fresh. 

Saya memesan Stoic Sweet Coffee. Ini jenis es kopi. Perpaduan esspreso, sirup strauberry, jeruk, dan simple syrup sebagai pemanis. Alasan pesan kopi ini karena penasaran sama sensasi minum kopi dengan perpaduan rasa asam atau kecut dari strauberry dan jeruk. Untuk pemanisnya ditambah simple sirup. Untuk rasa ini enak dan seger banget. Tumben saya minum es kopi bikin mata melek. Harganya 32 ribu sudah termasuk PPN. 

Untuk makan besarnya, saya pesan Beef Black Paper. Sudah lama juga gak makan nasi lada hitam ini. Biasanya kalau ada acara kondangan atau hajatan baru nemu menu ini,hehehe. Untuk harga 37 ribu sudah sama PPN. Jadi total saya belanja yaitu 69 ribu plus PPN. Pas 70 ribu dengan uang parkir, hehehe. 

Selain menu yang saya pesan. Pesanan teman-teman yaitu Es Cappucino yang pada umumnya dan Ginger Peach Glow yaitu campuran ginger, lemon dan buah peach yang memiliki kesan manis sedikit asam. Pas banget diminum di siang hari, seger dan cocok buat tenggorokan dan badan. Harganya kisaran 25 ribu hingga 30 ribu.  

Untuk makanan beratnya ada yang pesan Nasi Ayam Tempong. Masakan khas Banyuwangi ini cukup favorit. Saya juga suka sama Nasi Tempong. Penyajiannya disini cukup lebay menurut saya. Dengan harga 36 ribu, porsinya parah. Sangat besar alias mengenyangkan. Apalagi ikuran ayam gorengnya mantap besarnya. Bisa untuk berdua. Sambel tempongnya juga seger. Rekommended buat dipesan bila datang kesini. 






Sengaja ambil sore hari karena pengen menikmati vibes senjanya. Ditambah lagi habis hujan, semakin syahdu rasanya. Sambil menikmati makanan dan minum kopi, kami berempat ngobrol ngalor ngidul dan kembali lagi ke topik utama yaitu touring selanjutnya kita bakalan kemana. 

Untuk tujuannya saya gak spill disini. Yang jelas kami akan touring lagi ke salah satu tempat yang menarik di explore kalau ke Pulau Lombok. Ditunggu saja !. 

Semakin sore, suasana di Stoic Coffee & Space semakin asyik dan tenang. Lampu-lampu cafe sudah dinyalakan. Permukaan air kolam berkilau terkena pantulan lampu. Vibesnya seperti cafe di Bali yang sudah saya kunjungi. Pengunjung mulai ramai berdatangan. 

Yang menarik buat dilihat disini yaitu banyak pasangan cowok cewek yang berkencan disini. Sementara kami bapak-bapak yang doyan ngopi padahal di rumah sudah ditungguin sama para istri dan anak-anak ( "Bapak kapan pulangnya ?") hahaha. 

Melihat anak-anak muda yang sedang pacaran disini, jadi ingat masa muda dulu. Kalau ngajakin pacar keluar makan, nyarinya warung bakso atau mie ayam (disesuaikan dengan budget). Jarang-jarang ngajakin pacar ke cafe se-kece ini. Beda sama anak muda jaman sekarang. Kalau ngajakin pasangannya ya ke cafe atau ke resto yang nge-hits. Beda jaman kali yaak ? Hahaha. 

Kalau sekarang mah, ngajakin istri dan anak itupun jarang ngopi ke luar karena istri gak terlalu suka nongki di cafe. Sukanya nongkrong berdua di rumah sambil nonton film di depan tv (malah curhat). 

Over all, buat saya Stoic Coffee sangat rekommended buat didatangi baik bareng temen, gebetan, pacar dan keluarga. Tempatnya keren habis. Didesain seperti kita di sebuah hutan kota yang rindang dengan dikelilingi pepohonan besar. Udaranya juga sejuk padahal berada di tengah kota. 

Pelayanannya juga sangat baik. Orderan cepat datang, stafnya ramah, responnya cepat, menunya juga beragam, rasanya enak dan harganya juga cocok dengan porsi yang diberikan. Kalau dilihat review di google maps juga dapat bintang 4,9/5. Baca-baca komentar orang yang sudah kesini juga sangat positif. Tapi kembali lagi ke selera ya. 

Oke, review singkat dari saya untuk Stoic by episode Coffee & Space. Kurang lebihnya seperti itu menurut pengalaman saya dan teman-teman saat datang kemarin. Mungkin ada yang masih perlu direview?, bisa ditulis di kolom komentar ya atau bisa chat WhatsApp saya langsung. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Sunday, 29 March 2026

Makan Ayam Goreng 24 Jam di Doyan Ayam Mataram


Hampir sebulan gak nulis blog dikarenakan kesibukan kerjaan, sakit di bulan puasa sekalian jagain anak-anak sakit. Banyak juga ya halangannya, hehehe.


Pastinya ada yang sudah kangen berat sama tulisan saya yang terbaru (kepedean). Sabar, kali ini kita bahas yang ringan-ringan dulu yaitu nyobain tempat makan siap saji yang baru buka di Kota Mataram. Kalau gak salah di penghujung tahun 2025 lalu. 


Btw, sudah lama juga saya gak ngebahas tempat makan di kota kita tercinta ini. Baik warung makan, cafe, resto sampai kedai kopi, sudah banyak banget yang baru di kota ini. Sayangnya belum sempat didatangi satu per satu. Sepi yang ngendorse juga, hahaha ( i just kidding). 


Fyi, kalau lagi bingung cari tempat makan yang simpel tapi rasanya nampol, saya nemu satu tempat makan cepat saji yang menurut saya wajib dicoba yaitu Doyan Ayam. Sesuai namanya, tempat ini cocok banget buat kalian yang emang doyan makan ayam, apalagi menunya ayam goreng. 


Lokasinya di Jalan Airlangga, Punia, Kota Mataram. Untuk lebih jelasnya saya cantumkan titik koordinatnya di bawah.


Google Maps : Doyan Ayam Mataram


Di malam akhir pekan, saya mengajak istri untuk pergi makan ayam goreng. Pastinya menyesuaikan dengan selera anak-anak yang doyan banget makan ayam goreng. 





Kebetulan Doyan Ayam sudah buka cabang di Kota Mataram. Salah satu tempat makan cepat saji ayam goreng yang ada di dua negara yaitu Indonesia dan Malaysia. Awalnya buat saya pribadi cukup asing di telinga. Sering lewatin pas pulang kantor dan baru kali ini kesampaian juga makan disini bareng keluarga. 


Kebetulan malam minggu, sesampainya di depan tempat makannya. Terlihat pelanggan sudah ramai banget. Untungnya masih ada sisa tempat duduk buat kami. 


Dari luar, tempatnya gak yang waaah banget. Ukuran ruangannya juga gak besar-besar amat. Sederhana, tapi justru itu yang bikin nyaman. Gak ribet, cocok buat makan santai, baik bareng teman, keluarga, atau bahkan sendirian juga nyaman. Tempatnya juga cukup bersih dan enak duduk berlama-lama.


Ruangannya ada yang ber-AC dan non-AC. Kami memilih duduk di ruang ber-AC biar adem. Cat dinding dominan warna putih dengan perpaduan warna merah sebagai ciri khas dari Doyan Ayam. Salah satu dinding ruangan full kaca sehingga kita bisa melihat suasana lalu lintas dari dalam.


Berhubung malam minggu dan masih suasana lebaran, kami harus bersabar mengantri untuk pesan menu karena antrian panjang. Istri sibuk ngantri, saya cepat-cepatan ambil tempat duduk agar gak diambil sama orang lain. 


Disini tempat duduknya ada dua macam. Ada meja dengan kursi tegak empuk yang berhadapan. Ada juga meja dengan empat kursi berwarna merah. Keduanya sama-sama nyaman. Karena bawa anak-anak, jadinya saya pilih tempat duduk yang ada kursi tegak berhadapan. 


Untuk ruangannya pastinya adem karena ada AC-nya yang berfungsi dengan baik. Ruangannya beraromakan khas ayam goreng. Terlihat kesibukan para staf yang berada di meja kasir dan chef yang bekerja di dapur. Semuanya terlihat sangat profesional.





Disini daftar menunya cukup banyak. Sempat bingung mau pesan apa. Tipsnya jika sebelum datang ke tempat makan yang baru kalian kunjungi, saya saranin buka dulu akun instagram atau google reviewnya. Cek daftar menunya dan catat nanti mau pesan apa. Gunanya biar gak kelamaan di depan kasir. Kasian orang yang di belakang kita pada lama antri. 


So, gak berlama-lama, istri pesan satu porsi Ayam Mie Geprek yang bagian dada. Satu porsi Crispi Ayam Dada. Satu Chicken Nugget. Tambahannya ada kailan (daun bayam kering) dan telur dadar, sambal bawang, saus tomat, saus sambal dan saus cheese. Untuk anak-anak kami pesankan es cream sunday rasa strauberry biar mereka semangat makannya. 


Ohya, satu paket menu sudah dapat nasi dan es teh ambil sepuasnya lhoo ya. Untuk nasi bisa diambil sendiri di magic jar. Sedangkan teh bisa diambil di dispenser. Gak ada batasan untuk nambah nasi dan air tehnya. Disesuaikan dengan kemampuan perut saja, hehehe. 


Cara penyajiannya juga cukup simple. Ada yang pakai piring plastik dan pakai wadah kertas nasi ramah lingkungan. Saya gak tau bedanya dimana. Untuk es tehnya, kita dikasi gelas plastik berukuran sedang berisikan es batu kristal. 




Setelah memesan menu dan bayar langsung, kami dikasi oleh stafnya sebuah alarm kecil berbentuk seperti gantungan kunci. Nanti alarm tersebut akan berbunyi jika pesanan kita sudah siap. 


Gak menunggu lama, alarm tersebut berbunyi. Artinya saya bisa mengambil pesanan di meja kasir. Sebuah nampan yang berisikan beberapa menu ayam yang sangat menggoda. Terlihat dari jauh saja, perut sudah laper banget. 


Oke, sekarang kita bahas menunya !. Yang pertama kita mulai dari Ayam Mie Gepreknya. Untuk daging ayamnya sangat empuk. Crispi dari tepung ayamnya juga sangat renyah dan gurih. Bumbunya meresap ke dalam daging ayamnya. Ditambah lagi ada mie goreng yang nampol dilidah. Mienya lembut dan bumbu mie gorengnya juga cukup pedas. Sambal gepreknya juga cukup nendang di lidah.






Kedua, Ayam Crispi Dada. Sama seperti yang geprek, daging ayamnya empuk dan bumbunya meresap. Jadi dilidah itu sangat berasa bumbu rahasia daging ayamnya. Tepung crispinya juga sangat gurih dan renyah. Buat anak-anak sangat rekommended pilih menu ayam satu ini. 


Untuk sambal bawangnya gak perlu diragukan lagi. Ini sambal saya habisin karena enak banget. Rasa bawangnya, asin, manis dan pedasnya dapat semua. Minyak sambelnya juga gak berlebihan. Enak pokoknya !. 


Saus cheesenya juga enak banget. Dicampur dengan saus sambal dan sambal bawang, perpaduan keju dan sambalnya gurih dan gak buat enek. Jadi penambah nafsu makan. Baru kali ini saya makan ayam goreng dengan perpaduan sambal yang begitu enak. 


Syukurnya anak-anak sangat suka makan ayam goreng disini. Bisa-bisa ini menjadi salah satu pilihan tempat makan ayam goreng. Apalagi disini tersedia es cream kesukaan anak-anak. Wah, bisa sering nongkrong kesini. 


Untuk harga juga sangat terjangkau. Baik kalangan mahasiswa, anak sekolah dan pekerja, harga makanan disini gak menguras isi dompet. Dengan membawa uang 25 ribu - 50 ribu, kita sudah bisa menikmati ayam goreng dan es cream favorit kalian. 


Kelebihan makan disini itu, tempat makannya buka 24 jam. Kebayang gak, bangun tengah malam karena kelaperan. Gak mau ribet masak di rumah, kita bisa pesan ayam goreng di Doyan Ayam. 


Apalagi sebentar lagi musim Piala Dunia 2026. Tinggal buka aplikasi hijau, pilih menu dan bayar. Tunggu pesanan kalian diantar ke rumah. Atau yang dekat rumahnya dengan Doyan Ayam Mataram, bisa langsung gass ke lokasi. 


Oke, mungkin itu saja yang bisa saya review. Buat kalian ada memiliki pengalaman makan ayam goreng di Doyan Ayam yang ada di berbagai daerah. Bisa saling tukar cerita di kolom komentar di bawah ini ya !. 



Over all, karena saya bukan chef atau ahli kuliner. Untuk rasa ayamnya saya beri nilai 9 dari 10. Untuk pelayanannya 9,5 dari 10. Alasannya karena pelayanan baik bagi saya pribadi itu sangatlah penting. Jika kita masuk ke sebuah rumah makan tapi dengan pelayanan yang buruk, pastinya kita gak akan nyaman. Tapi bila pelayanannya baik, pastinya kita nyaman dan rasa makanan pastinya menjadi lebih enak. 


Sudah dulu ya, ditunggu di cerita kuliner saya selanjutnya. Selamat makan !!!. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 28 February 2026

Touring Santai dan Ngopi Asyik di Teras Sawah Resto & Guest House Syariah Sembalun


Sabtu pagi di Bulan Februari, hujan turun dengan derasnya. Setelah bangun tidur, saya bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap berangkat ke arah timur. Tepatnya ke rumah Mas Deni yang berada daerah Kotaraja, Lombok Timur.

Dari Mataram, saya gak sendirian. Si Enwal, Kadek dan Mas Deni sendiri ikut gabung dalam perjalanan touring ke Lombok Timur. Agenda pagi itu kami berempat akan touring ke salah satu destinasi yang cukup jauh dari Kota Mataram. Tapi menuju ke lokasi, kami akan mampir dulu di Desa Sembalun. 

Baik wisatawan domestik maupun mancanegara pastinya sudah familiar dengan Desa Sembalun. Apalagi sekarang desa tertinggi di Pulau Lombok ini sudah banyak perubahan dimana sudah banyak dibuka penginapan yang menawarkan view kece seperti glamping, homestay maupun cabin. 

Begitu juga dengan cafe dan resto yang jumlahnya sudah puluhan di Sembalun dengan menawarkan tempat yang nyaman dengan view khas alam Desa Sembalun. Salah satu yang akan kami datangi yaitu Teras Sawah Resto & Guest House Syariah.

Menunggu hujan reda hingga jam delapan pagi. Saya memutuskan untuk jalan dari rumah. Sedangkan ketiga teman tadi sudah jalan duluan. Kami berempat sepakat kumpul di SPBU sekitar Narmada, Lombok Barat. 

Setelah berpamitan sama anak istri, saya gass motor dalam keadaan jalan basah dan langit masih mendung. Alhamdulillah, hujan sudah agak reda. Selalu pakai jas hujan agar pakaian gak basah dan masuk angin. 

Perjalanan di pagi hari cukup ramai lancar. Banyak kendaraan yang akan keluar kota. Harus hati-hati berkendara di sepanjang jalur Mataram - Lombok Timur karena kendaraan besar seperti bus lintas pulau, truk dan paling banyak ya motor. Apalagi jalur Lombok Timur ini terkenal dengan pengemudi motor yang bandel karena sering gak pakai helm. Bawa motor juga ugal-ugalan, sorry ya itu faktanya di lapangan. 

Setengah jam perjalanan, sampailah saya di titik kumpul yang sudah disepakati. Mereka bertiga sudah sampai duluan dan menunggu saya datang. Oke, setelah personel lengkap, kami isi bensin full tank agar perjalanan lancar sampai tujuan. Setelah itu kami lanjut gas menuju rumahnya Mas Den sebagai cek point selanjutnya. 

Waktu tempuh satu jam perjalanan, sampailah kami di rumahnya Mas Den. Ini kedua kalinya saya kesini. Sesampainya disana, kami disambut dengan keluarga Mas Den. Disuguhi cemilan dan sarapan. Sambilan istirahat sebelum melewati tanjakan dan jalan yang berliku. 

Setengah jam istirahat, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sembalun. Cuaca pagi itu cerah berawan meskipun angin cukup kencang. Sekitar jam sebelas pagi, kami berangkat. 

Melewati beberapa daerah seperti Pasar Aikmel, kemudian mengambil jalur ke arah Desa Suela. Sesampainya di pertigaan Desa Suela, kami belok ke kiri menuju arah Desa Sapit dan Desa Sembalun. 

Untuk jalur dari Suela ke arah Sembalun cukup baik dengan kondisi jalan aspal yang menanjak. Melewati Kebun Raya Lemor dengan jalan mulus dengan kiri kanan hutan belantara. Uniknya disini, kami melewati Rumah Sakit Umum Daerah Selaparang. Salah satu rumah sakit milik Pemda Kab. Lombok Timur yang baru diresmikan beberapa tahun yang lalu. 




Setelah bertemu dengan pertigaan yang mengarah ke Desa Sapit, kami jalan lurus terus menuju Desa Sembalun. Disini jalanannya sudah menanjak sampai Puncak Pusuk Sembalun. Kiri kanan hutan belantara dengan jalanan yang meliuk-liuk. Disini saya sering berjumpa dengan para anak-anak muda yang membawa tas caril. Sepertinya mereka akan mendaki salah satu Sevent Summits yang ada di Sembalun. Salah satunya yang sudah pernah saya daki yaitu Bukit Pergasingan. 

Jalanan masih dalam kondisi basah. Harus ekstra hati-hati, apalagi sesampainya di Puncak Pusuk, kabut tebal menyambut kami. Di atas puncak Pusuk, sudah ramai sekali dengan para pengunjung yang beristirahat sambil berfoto. Kendaraan bermotor berjejer rapi di pinggir jalan. Tenda-tenda pedagang juga dibanjiri pengunjung. 

Kami gak berhenti di Puncak Pusuk karena sudah gak sabaran sampai di Teras Sawah. Dari puncak, jalanan berubah menjadi jalanan menurun yang cukup terjal. Beberapa hari sebelumnya, lokasi jalanan menurun ini terjadi tanah longsor saat hujan deras. Bekasnya masih terlihat meskipun sudah dibersihkan oleh petugas. So, harus tetap ekstra hati-hati. 

Welcome Sembalun !.

Sudah cukup lama gak ke Sembalun lewat jalur timur. Terakhir kali ke desa ini saat menginap di salah satu penginapan bernama Sembalun Kita Cottage bersama anak-anak dan istri melewati jalur utara. 

Setelah menuruni jalanan terjal, kami sudah tiba di Sembalun Bumbung. Disini kita banyak menjumpai perkebunan strauberry. Biasanya di pinggir jalan, kita banyak menjumpai pedagang strauberry. Tapi saat kemarin, kami gak menjumpai strauberry karena belum musim. Sayang sekali ya. 

Gak jauh lagi, kami segera tiba di Teras Sawah. Lokasi restonya tepat di pinggir jalan utama. Tepatnya di sebelah kanan apabila dari jalur timur. Sesampainya di lokasi, terlihat cafenya masih cukup sepi. Setelah memarkirkan motor, kami langsung masuk menuju meja kasir untuk memesan minuman. 




Teras Sawah beralamatkan di Jalan Raya Sembalun Lawang no.11, Sembalun Bumbung. Lokasinya sangat strategis. Dekat dengan beberapa penginapan dan wahana bermain. Di depan restonya ada penginapan Taman Hijau Rinjani dan wahana bermain Taman Surga. 

Infonya resto ini sering didatangi oleh artis ibukota seperti Desta, Gading Martin, Vincent, Ariel Noah beberapa tahun yang lalu. Wisatawan juga banyak yang singgah makan maupun ngopi disini. Tempatnya emang asyik banget. 

Penampakan restonya cukup simple. Bangunan memanjang ke samping dan dominan kayu dengan ruang semi outdoor. Meja kayu berjejer rapi. Restonyaa terdiri dari dua lantai yang dihubungkan dengan tangga kayu. Atap bangunan berbentuk joglo. View resto ini keren. Duduk di resto ini, kita bisa melihat kawah perbukitan hijau, persawahan dan perkebunan. Melihat aktivitas para petani yang sedang bekerja di sawah. 




Sesuai namanya, Teras Sawah memang menawarkan suasana wisata kuliner dengan latar hamparan sawah yang luas. Tempat duduknya cukup nyaman, ada area semi outdoor yang jadi favorit karena bisa langsung menikmati pemandangan.

Angin sepoi-sepoi dengan suara alam bikin suasana makin syahdu. Cocok banget buat
nongkrong bareng teman, ngopi santai habis touring, quality time bareng keluarga atau sekadar me-time sambil menikmati suasana.

Setelah memesan minuman dan cemilan, kami memutuskan untuk bersantai di lantai dua. Disini kondisinya masih sepi, lebih sepi daripada di lantai satu. Meja kursi kayu masih gak berpenghuni. Kami bebas memilih tempat. Paling enak duduk santai di pinggir pagar kayu bangunan resto. 

Selain resto, tersedia juga guest house dengan konsep syariah. Cocok buat yang ingin menginap dengan suasana tenang jauh dari keramaian kota. Lingkungannya terasa nyaman dan lebih privat. Lokasi guest housenya berada di bawah restonya. Untuk menuju kamarnya, kita menuruni tangga. Tepat di pinggir sawah lokasi kamarnya. Jumlah kamarnya kurang lebih sepuluh kamar dengan fasilitas penginapan standar. 



Kerennya, kamarnya menghadap ke arah timur. Jadinya kita bisa menikmati sunrise di saat pagi hari sambil memandang beberapa bukit yang termasuk kedalam Sevent Summit Sembalun. Untuk harga per kamarnya kalian bisa cek di platform online seperti tiket.com, booking.com atau trip.com. Harganya bisa bervariasi di setiap platformnya. 

Satu lantai dengan guest housenya, fasilitas lainnya ada kamar mandi, toilet dan mushola yang cukup bersih. Wah, jadi betah menginap disini. 

Gak menunggu waktu lama, orderan kami sudah datang. Saya memesan segelas Vietnam Drip Coffee dengan sedikit manis pastinya. Sedangkan yang lainnya tetap memesan susu jahe hangat. Btw, saya heran kenapa mereka gak pesan kopi ya. Padahal kan tema riding kami kan nyari tempat ngopi yang kece. Ini sudah kedua kali lhoo ya !. 

Untuk cemilannya, kami pesan pisang goreng. Lagi-lagi kami gak pesan menu berat karena kami sudah makan banyak di rumahnya Mas Den. Jadinya pesan minuman dan cemilan saja. 




Khusus Vietnam Dripnya saya rasa cukup enak. Jenis kopi yang digunakan yaitu robusta. Cara menyeduh kopi itu dengan metode khas Vietnam menggunakan alat saring berupa saringan logan kecil bernama phin untuk menghasilkan kopi kental dengan tetesan lambat. 

Biasanya kopi ini menggunakan dark roast atau kopi panggang gelap dan disajikan di atas susu kental manis sehingga menciptakan perpaduan rasa pahit dan manis. Disajikan dalam bentuk panas atau dingin. Kali ini saya pesan yang panas saja karena udara di Sembalun sudah dingin banget. Segelas Vietnam Drip seharga 20 ribu. 

Sedangkan minuman yang lain beragam ya harganya. Dari kopi-kopian, minuman dingin hingga jus harganya kisaran 15 ribu  sampai 30 ribu. 

Untuk cemilannya kami pesan Pisang Goreng Cokelat Keju. Untuk porsinya cukup besar dan mengenyangkan. Cocok dijadikan cemilan saat bersantai sambil ngopi. Harga seporsi Pisang Goreng Cokelat Keju yaitu 23 ribu. 

Selain itu, menu disini cukup lengkap. Dari makanan dan snack kisaran harganya 20 ribu hingga 40 ribu. Awalnya tadi saya berminat pesan Indomie Rebus karena udara di Desa Sembalun cukup dingin apalagi suasana hujan gene. Tapi karena perut gak kompromi, saya urungkan buat pesan. Next time kalau datang kesini lagi, pasti pesan Indomie Rebus. 





Saat duduk santai menikmati ngopi dan cemilan, tiba-tiba hujan turun dengan deras. Suasananya tambah syahdu sekali. Puncak-puncak bukit tertutup kabut tebal. Angin dingin yang berhembus menyapa kulit. Kopi yang tadinya panas, perlahan-lahan menjadi dingin. Mau panas maupun dingin Vietnam Drip Coffee tetap nikmat di mulut. 

Sambil menikmati hujan, kami berempat ngobrol-ngobrol santai. Awalnya dilema mau meneruskan perjalanan ke tujuan utama. Tapi dengan modal nekat dan kami sudah menyiapkan jas hujan di dalam jok motor. Akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke arah utara. 

Bisa tebak tujuan kami selanjutnya kemana ?. Kalian bisa baca ceritanya di tulisan saya sebelumnya. Setelah menunggu hujan reda, kami meneruskan perjalanan menuju Desa Obel-Obel melalui jalur utara. 

Sebelum itu, saya menyempatkan mampir di salah satu tenda sayur-sayuran Sembalun yang banyak di pinggir jalan. Beberapa sayuran saya beli seperti edamame, sawi, wortel, kentang, dan daun bawang. Disini sayurannya segar karena baru dipetik. Harganya juga bisa ditawar bagi yang pintar nawar seperti saya, hehehe.

Touring dan ngopi ke Teras Sawah Resto & Guest House Syariah jadi salah satu pengalaman santai yang layak diulang di waktu lain. Tempatnya nyaman, view-nya juara, suasananya tenang, dan cocok untuk berbagai suasana.


Kadang yang kita butuhkan memang bukan perjalanan jauh, tapi tempat sederhana dengan pemandangan hijau dan secangkir kopi hangat.

Kalau kalian sedang mencari destinasi touring santai di Lombok Timur, tempat ini bisa banget masuk daftar kunjungan berikutnya. Jarak dari Mataram ke Teras Sembalun yaitu 93 kilometer dengan waktu tempuh 2 jam 30 menit. 

Info lebih lengkapnya kalian bisa kunjungi aku instagramnya (@terassawah). Buka dari jam sembilan pagi hingga sembilan malam. 

Btw, setelah semua sayuran pesanan istri sudah dibeli, kami melanjutkan riding ke lokasi selanjutnya. Jangan lupa mampir di tulisan sebelumnya ya !.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra