Saturday, 9 May 2026

Motoran ke Pulau Bali Lagi : KMP Caitlyn


Bisa dibilang ini adalah motoran dadakan ke Bali. Ditugaskan untuk menghadiri salah satu acara di daerah Seminyak, Kuta. Surat tugas sudah ditandatangani pimpinan, saya pun bersiap-siap berangkat. 


Kali ini saya ridding sendirian. Sebenarnya bisa ajak anak istri, tapi modal buat ke Balinya butuh budget besar. Panitia kegiatan hanya menanggung satu orang peserta saja. Awalnya mau pakai pesawat, tapi karena acaranya di Bali, sayang sekali hanya terbang sebentar saja. Biar seru, kita motoran sekalian bisa jalan-jalan dengan kendaraan sendiri.


Acaranya hanya dua hari saja dan kebetulan lanjut dengan long weekends. Sempat tergoda mau nambah hari di Bali, tapi kalau gak bareng anak istri rasanya kurang seru. Saya putuskan selesai acara nanti, langsung balik ke Lombok. 


Tepat di hari keberangkatan, saya memilih jalan tengah malam agar sampai Kota Denpasar keesokan paginya. Rencana berangkat jam dua pagi dari rumah, ngejar kapal yang berangkat jam empat pagi dari Pelabuhan Lembar. 


Sebelum berangkat, saya beli tiket via aplikasi ferizy di handphone. Caranya gak susah, tinggal buka website ferizy.com. Pilih dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. Saya memilih dari Pelabuhan Lembar, tujuan Pelabuhan Padangbai. 


Selanjutnya pilih jenis kendaraan bagi yang bawa kendaraan. Lalu menginput jumlah penumpang yang akan berangkat. Ikutin saja petunjuk untuk pengisian di aplikasinya. Selesai semua diisi, lalu proses pembayaran sesuai jenis transaksi pembayaran. Catatan pentingnya, nomor kendaraan yang diinput di aplkasi harus sama dengan kendaraan yang akan naik ke dalam kapal. 


Selain lewat webiste atau aplikasinya, kalian juga bisa beli langsung ke konter-konter tiket yang ada di pinggir jalan menuju pelabuhan. Mereka buka dua puluh empat jam. Jadinya gak khawatir gak bisa beli tiket online. 


Setelah e-tiket dikirim ke email, tidur dulu sebelum bangun tengah malam nanti. Lumayan bisa tidur dulu di rumah. Takutnya di kapal nanti gak bisa tidur nyenyak. 


Sekitar jam dua pagi, saya bangun dan bersiap-siap jalan. Anak-anak masih tertidur lelap, sedangkan istri ikut bangun sambil menyiapkan segala keperluan saya di perjalanan nanti. 


Sekitar jam setengah tiga pagi, saya mulai jalan dari rumah. Kurang lebih hanya lima belas menitan waktu tempuh dari rumah ke pelabuhan. Suasananya di jalan sepi bebas hambatan. Untungnya sepanjang jalan aman-aman saja. 


Cuaca juga cukup baik. Gak ada tanda-tanda mau turun hujan. Sesampainya di pintu masuk pelabuhan, suasana kembali ramai oleh kesibukan petugas pelabuhan. Ada warung yang buka dua puluh empat jam. Suasana yang saya rindukan bila akan menyeberang ke pulau seberang. 


Sesampainya di loket tiket, saya memperlihatkan e-tiket ke petugas. Tinggal scan barcode, boarding pass sudah tercetak. Selanjutnya, saya menuju ke dermaga I untuk masuk ke dalam kapal. Kebetulan kapalnya sudah stanby di dermaga. Gak ada antrian baik kendaraan besar maupun kecil. 




Ini enaknya jalan ke Bali ngambil waktu tengah malam. Gak ramai penumpang, jadi gak bakalan khawatir gak kebagian tempat duduk. Masuk ke dalam lambung kapal bersama si Bluemax. Terlihat lambung kapal masih kosong melompong. 


Kapal yang saya naiki yaitu KMP Caityln milik dari PT. Munic Line. Kapal ini masih satu perusahaan dengan KMP Munic I yang pernah saya dan keluarga naiki pas motoran ke Bali dua tahun yang lalu. 


Bisa baca disini : Balik ke Lombok dengan KMP Munic I


Ini pertama kalinya saya menaiki kapal ini. Sebelumnya KMP Caitlyn melayani rute Pelabuhan Merak, Banten menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. 


Kalau gak salah mulai awal tahun 2026, kapal ini pindah rute melayani penyeberangan Lembar - Padangbai. Nambah lagi kapal besar di Selat Lombok setelah KMP Munic I yang terlebih dahulu pindah ke Lembar - Padangbai. 


Naik kapal jam tiga pagi. Suasana di atas kapal masih sepi penumpang. Terlihat kurang dari sepuluh motor yang terparkir di deck lantai dua dan satu mini bus. Di deck lantai satu khusus untuk bus besar dan truk berukuran besar. 


Kapal ini cukup besar. Memiliki dua lantai untuk parkir kendaraan. Ada tiga lantai ruang penumpang untuk kelas duduk ekonomi, ruang VIP dan ruang tidur untuk supir. Fasilitas lainnya ada toilet di setiap lantainya. Ada mushola, ruang terbuka, kantin, muster station atau titik kumpul. Sekoci dua buah, dan peralatan keselamatan lainnya. 






Untuk ruang penumpang semuanya ada ACnya kecuali kursi yang di luar, ACnya dari angin laut yang sepoi-sepoi. Ruang penumpangnya luas banget terutama ruang VIP di lantai tiga tempat saya istirahat. Kursinya empuk semua terbuat dari kain beludru yang dilapisi oleh plastik transparan. 


Ada kursi yang berhadapan, ada juga ada yang panjang. Cocok sekali untuk tidur selonjoran disaat sepi penumpang. Kalau lagi ramai penumpang, jangan egois ya. Beri tempat duduk bagi yang belum dapat. 


Selain kursi, ada juga area lesehan. Disini ukuran lesehannya cukup luas. Lantainya juga bersih dan gak ada matrasnya. Semua fasilitas di atas kapal gratis ya !. Kalau ada oknum yang meminta bayaran sewa, itu pelanggaran. Kita bisa lapor petugas pelabuhan atau posting saja di media sosial seperti teman saya dulu yang berdebat sama oknum di atas kapal masalah kasur yang disewakan untuk penumpang. Padahal itu fasilitas gratis penumpang. 


Oke lanjut! 


Waktu menunjukkan jam empat pagi. Ada tanda-tanda kapal mau berangkat. Satu per satu truk dan puso besar masuk ke dalam lambung kapal. Gak lama kemudian, rumdoor kapal ditutup. KMP Caitlyn segera diberangkatkan. Sampai kapal berangkat pun suasana di ruang VIP penumpang masih sepi. Hanya ada beberapa penumpang saja termasuk saya sendiri. 


Saya mengambil tempat duduk di pojokan. Tepat di samping kaca lebar. Di depannya kita bisa melihat bagian depan kapal. Di sebelah jendela, kita bisa melihat view cantik Selat Lombok nantinya kalau sudah terang.


Karena ngantuk sekali dan di luar juga masih gelap, saya putuskan untuk tidur sejenak. Lampu kelap-kelip pelabuhan terlintas seolah berjalan. Kapal sudah meninggalkan dermaga dan berjalan per lahan-lahan keluar dari Teluk Lembar. Mata pun terpejam dan saya terbangun ketika kapal sudah berlayar kurang lebih dua jam. 





Langit sudah agak terang meskipun matahari belum terbit. Saya langsung shalat subuh terlebih dahulu kemudian berkeliling kapal sambil menikmati view cantik dari Selat Lombok. Di sebelah timur, kita sudah melihat langit berwarna orange pertanda matahari akan terbit. Deretan perbukitan Pulau Lombok yang mempesona. Air laut yang cukup tenang. 


Sedangkan di sebelah barat, sudah terlihat puncak Gunung Agung yang berada di Pulau Bali. Perjalanan sudah memakan waktu tempuh dua jam. Kurang lebih sekitar dua jam lagi kapal akan sampai di Padangbai. 


Sambil menikmati pemandangan, saya pun melihat deretan perahu nelayan yang sedang memancing di tengah laut. Ikan-ikan kecil pun terlihat berenang di permukaan air. Ada juga yang loncat seolah ingin terbang tinggi. Saya gak tau nama ikannya. Yang pastinya, saya menanti salah satu ikan favorit kalau berlayar di lautan yaitu lumba-lumba. Biasanya lumba-lumba akan muncul menemani perjalanan kapal. Tapi belum beruntung bisa melihat mereka. 


Sampailah di cerita membingungkan. Gak tau kenapa, tiba-tiba kapal berjalan pelan gak seperti biasanya. Dan akhirnya kapal gak jalan sama sekali. Anehnya, kelistrikan di dalam kapal gak ikutan mati. Cerobong asap kapal juga masih terdengar. Anggapan saya saat itu, mesin kapal dalam keadaan gak baik-baik saja. 




Keadaan saat itu kami terombang-ambing di tengah Selat Lombok. Posisi masih di antara Pulau Lombok dan Nusa Penida. Entah saya gak tau penyebab kapal berhenti tapi mesin masih menyala. Penumpang lainnya pun masih tenang dan tertidur lelap. Saya yang tadinya penasaran, akhirnya balik ke tempat duduk untuk melanjutkan tidur. 


Duduk santai di kursi sambil memandang ke arah luar jendela. Kapal masih posisi diam. Terkena gelombang laut dan oleng kanan dan kiri. Kondisi gelombang masih normal. Sesekali kapal membunyikan bel. Ada mungkin dua kali bunyikan bel. Gak ada pengumuman apapun. Saya mencoba untuk tenang. 


Akhirnya saya beranggapan kapal ini sedang menunggu kapal barang yang berukuran panjang dan besar melintas di hadapan kapal. Atau sedang menghindari jaring tangkap nelayan yang sedang memancing. Bisa saja kan?. Tapi ini pertama kali saya alami. Ini yang buat saya agak sedikit tenang. 


Waktu menunjukkan jam delapan pagi, kapal mulai jalan perlahan-lahan. Kapal ini lelet sekali atau saat itu ada yang gak beres di bagian mesin kapal ya?. Syukurnya, kapalnya bisa jalan saja meskipun lambat. 


Pastinya gagal menuju daerah Ubud. Padahal sengaja berangkat tengah malam biar bisa mampir ke salah satu destinasi wisata di Ubud. Target awal sampai di Padangbai jam sembilan pagi tapi kenyataannya jam sepuluh pagi kapal baru sampai Padangbai dan itupun ngantri untuk sandar di dermaga. 


It's oke, saya atur rencana kedua. Setelah turun dari kapal, langsung ke arah Kota Denpasar. Mungkin ada satu jam mampir di salah satu kedai kopi buat santai-santai sejenak sebelum menuju ke hotel tempat acara. 





Kenyataannya, baru jam setengah dua belas siang, saya dan penumpang lainnya baru turun kapal. Total kurang lebih tujuh jam memakan waktu tempuh dari Pelabuhan Lembar ke Pelabuhan Padangbai. Yasudah, saya langsung ke hotel saja karena acara dibuka sekitar jam satu siang. 


Kurang lebih dua jam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai ke daerah Seminyak, Kuta. Kebayang pastinya nanti bakal kena macet di daerah Renon dan Legian. Kita nikmatin saja perjalanan ini !. 


Bawa santai saja, baru saja jalan masak langsung bad mood. Memang yang sudah kita rencanakan belum tentu sama seperti yang kita dapatkan. Pegang selalu prinsip itu di perjalanan, hehehe. 


Over all, perjalanan kali ini memang saya sengaja ingin naik KMP Caitlyn karena sebelumnya belum pernah dicoba. Sebenarnya kapal ini cukup besar di rutenya. Terdapat dua deck parkiran kendaraan. Ruang penumpangnya juga sangat nyaman. ACnya dingin dan ruangannya harum. Toilet juga bersih. Kapal legend bekas dari kapal Jepang ini dibuat sekitar tahun 1986. Jadinya cukup lama juga. 


Memiliki panjang 78,6 meter dengan lebar 17,5 meter. Berat total 757 ton. Sumbernya dari marine trafic dan mbah google. Bisa dibilang kapal ini salah satu kapal roro terbesar di rute Lembar - Padangbai selain Munic I, Athayana, Parama Kalyani dan Dharma Ferry VIII. 


Pastinya setiap kapal memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung selera kita mau naik kapal yang mana. Jelasnya ketika kita naik kapal itu, pasti punya cerita tersendiri dan berkesan. 



Setelah turun dari kapal, saya melanjutkan perjalanan menuju arah Kota Denpasar. Cuaca siang itu sangat cerah sekali. Sesampainya di daerah Sanur, saya berbelok ke arah Renon dan sampai di hotel pas jam satu siang dengan segala drama kena macet di daerah Kuta. 


Cerita kali ini saya cukupkan sampai disini. Tunggu saja kelanjutan di part kedua yaitu review hotel dan acaranya. Pastinya jangan bosan ya!. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Sunday, 19 April 2026

Akhir Pekan Menikmati Masakan Serba Jamur di Jamur Lombok

 


Berlibur ke Pulau Lombok, pastinya dibayangan kita itu pedasnya makan pelecing kangkung. Empuknya sate rembige dicocol sama lontong. Atau rasa pedas manis ayam taliwang, makannya sambil menikmati Kota Mataram di malam hari. Satu lagi masakan yang terkenal di Lombok itu sate bulayak yang banyak kita temui di Pantai Senggigi dan destinasi wisata Suranadi, Lombok Barat. Bahkan sudah banyak juga kita temui di beberapa tempat di Kota Mataram. 


Semakin kesini, Lombok gak kalah sama daerah terkenal lainnya yang memiliki wisata kuliner bintang lima seperti Yogya, Bandung, Surabaya atau Bali. Bahkan sekarang ini, sudah banyak menjamur berbagai macam kuliner dari berbagai daerah di Indonesia maupun Asia. Sebagai contoh, tempat makan dengan konsep "jamur". 


Tempat makan ini mengingatkan saya sama salah satu tempat makan yang cukup terkenal pada jaman kuliah dulu. Sebut saja "Jejamuran Jogya" yang ramai dikunjungi baik tamu domestik maupun mancanegara. Mahasiswa pun banyak yang datang kesana.  


Nah, Lombok juga punya tempat makan seperti itu. Nama tempatnya yaitu Jamur Lombok. Lokasinya di Jalan Nangka, Selagalas, Kec.Sandubaya, Kota Mataram. Tepatnya gak jauh dari Rumah Sakit Mutiara Sukma NTB. Lebih jelasnya bisa kalian lihat di google maps. 




Tempat ini sudah lama buka. Sebelumnya sempat kesini tapi sudah penuh alias gak ada tempat. Gak ada sistem ngantri disini. Jadinya pergi ke tempat makan yang lain. 


Beberapa minggu yang lalu, saya dan anak istri, datang kesini lagi. Syukurnya masih ada tempat duduk karena tempatnya baru saja direnovasi menjadi lebih besar dari sebelumnya dengan konsep bangunan bambu tradisional. 


Akhir pekan biasanya saya dan istri selalu membuat jadwal makan di luar. Dari budget murah meriah sampai menguras isi dompet. Terkadang gak peduli tempatnya jauh dari rumah. Yang penting enak, harga terjangkau dan mengenyangkan. 


Kebetulan pilihan kami jatuh kepada Jamur Lombok karena selain tempatnya nyaman dengan nuansa tradisional. Dari pengalaman pas pesen via ojol, masakan disini juga enak luar biasa dan pastinya harga masih masuk di anggaran kami, Asyiik. So, penasaran juga pengen langsung makan jamur di tempatnya. 


Langsung saja kita ulik yoook !


Pertama, kita review dari tempatnya dulu. Kami datang kesana di sore hari. Kurang lebih sepuluh menit perjalanan dari rumah, pakai acara drama kehujanan segala. Akhirnya sampai juga kami di lokasi memakai jas hujan.  


Sampai di tempat, gak ada hujan sama sekali. Hanya tersisa aroma tanah yang sangat menyejukkan hati. Apalagi agenda sore itu, mencoba makan beberapa makanan olahan jamur. Tambah semangat lagi dan gak sabaran pengen makan-makan.


Sesampainya di lokasi, saya mencari tempat parkir motor. Sore itu cukup ramai juga kendaraan baik mobil maupun motor yang terparkir. Area parkirnya cukup luas meskipun memanjang di pinggir jalan besar. 


Pikiran saya, di dalam bakalan penuh sesak oleh pengunjung yang datang. Ternyata pas masuk ke dalam, masih banyak tersedia meja yang masih kosong. 





Memasuki area dalam, kami disambut oleh tulisan besar "Jamur Lombok" di pintu masuk. Ini seperti lesehan gitu. Bangunan semi permanen dari bahan utama bambu beratapkan alang-alang khas lesehan Lombok. Di dalamnya banyak ornamen-ornamen lampu dari rotan. Vibesnya seperti kita ada di resto Gili Trawangan sana.


Tempat duduknya dibagi dua. Ada di bagian dalam berupa meja kursi dari kayu. Dan ada berugaq "gazebo" yang jumlahnya cukup banyak. Dikelilingi oleh taman berbagai macam tanaman hias. 


Buat kalian yang ingin menikmati suasana persawahan yang menenangkan sambil bercengkrama dengan keluarga besar, bisa pilih duduk di berugaq. Karena lesehan ini dikelilingi oleh area persawahan yang masih asri. 


Sedangkan yang gak dapat berugaq, bisa duduk di kursi area depan. Areanya juga asyik dan luas. Apalagi ukuran kursi dan mejanya cukup lebar. Jadinya kalau bawa anak-anak masih aman. Anak-anak bisa berlarian di area ini. 




Fasilitas lainnya, ada mushola, ruang meeting dan toilet yang cukup bersih. Sayangnya saya gak sempat foto. Lainnya, ada tempat cuci tangan yang berada di beberapa titik. Lengkap dengan sabun dan air mengalir yang cukup lancar. 


Berhubung sore itu area berugaq sudah penuh dan sudah ada pakai acara reservasi segala. Jadinya kami memilih duduk di meja kursi area depan lesehan. Saya pilih meja kursi yang dekat dengan tempat cuci tangan biar gak jauh cuci tangannya. Syukurnya area sekitar kami duduk masih sepi, jadinya cukup nyaman. 


Salah satu staf menghampiri kami dengan senyum yang lebar. Menyejukkan sekali melihat senyuman staf tersebut. Ramah juga kepada kami. Menjelaskan menu-menu best seller yang ada disini. 


Untuk bagian memesan, saya serahin sama istri tercinta. Beberapa menu yang dipesan yaitu Nasi Goreng Jamur, Sate Jamur Bumbu Pelalah, Sate Jamur Bumbu Kacang plus Nasi Putih, Bebek Goreng, Crispi Jamur, Sup Jamur, Pisang Goreng Original dan minumannya, Es Kelapa Muda Gula Aren. Banyak juga ya ternyata. Kita ulik yuk !. 


Nasi Goreng Jamur


Ini dia menu favorit kami sekeluarga yaitu nasi goreng. Pas lihat di daftar menu ada menu nasi goreng jamur, otomatis saya dan istri pesan. Entah siapa yang makan nanti yang penting pesan dulu. 


Nasi gorengnya bisa dibilang sama seperti nasi goreng pada umumnya. Bedanya diberi tambahan jamur. Jamur yang dipakai disini yaitu jamur tiram. 



Topingnya ada tambahan telur dadar, potongan timun, bawang goreng dan sambel matah. Untuk rasa, cukup kaya akan bumbu. Aroma bawang putih dan bawang merahnya terasa banget. Agak pedas juga meskipun kami gak pesan pedas. Untungnya kami berdua doyan makan pedas. 


Nasinya gurih dan point yang paling penting menurut saya yaitu porsinya pas. Gak sedikit dan gak banyak. Pas buat porsi saya pribadi. Soal harga juga cukup terjangkau yaitu 20 ribu rupiah saja. 


Sate Jamur Bumbu Pelalah 


Kalau biasanya sate identik dengan daging, sate jamur bumbu pelalah ini jadi alternatif yang unik sekaligus menggugah selera terutama buat yang ingin sesuatu yang lebih ringan tapi tetap kaya rasa.


Dari segi tampilan, sate jamur ini terlihat sederhana, tapi begitu didekatkan, aroma khas bumbu pelalah langsung terasa. Bumbu khas Lombok ini terkenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan sedikit segar karena biasanya memakai lombok atau cabe bawang, dan perasan jeruk limau.



Saat digigit, tekstur jamurnya empuk dan juicy, hampir menyerupai daging ayam, apalagi kalau pakai jamur tiram yang disuwir lalu dibakar. Proses pembakaran memberi sentuhan smoky yang bikin rasanya makin nendang. Yang paling menonjol tentu bumbu pelalahnya pedasnya nendang tapi tetap balance dengan rasa gurih dan sedikit asam segar.


Yang menarik, sate ini gak buat kita enek seperti sate daging. Jadi bisa dimakan lebih banyak tanpa terasa berat. Cocok banget disantap dengan nasi hangat atau lontong. Ditambah dengan sambal tambahan buat yang suka ekstra pedas.


Kalau harganya cukup terjangkau yaitu 15 ribu saja. Itu sudah dapat kurang lebih sepuluh hingga dua belas tusuk sate jamur. Menu yang rekommended buat dicoba.


Sate Jamur Pecel Kangkung


Sama seperti sate jamur bumbu pelalah. Sate jamur pecel kangkung  ini bisa dibilang salah satu menu unik yang layak dicoba, apalagi buat yang pengen makan sate jamur selain bumbu pelalah. Dari segi tampilan, sate ini cukup menggoda potongan jamur yang ditusuk rapi, dibakar sampai sedikit kecokelatan, lalu ditambah kangkung dan toge dengan bumbu pecel yang kental.


Dari gigitan pertama, tekstur jamurnya terasa kenyal dan juicy, mirip seperti daging tapi lebih ringan. Aroma bakarnya juga cukup terasa, memberi sensasi smoky yang buat makin nikmat. Yang paling menonjol tentu saja bumbu pecelnya. Rasa kacangnya gurih, sedikit manis, dengan sentuhan pedas yang pas. Gak terlalu menyengat tapi cukup buat nagih.



Perpaduan jamur yang lembut dengan bumbu pecel kangkung yang kaya rasa ini bikin setiap makan terasa seimbang. Biasanya makin lengkap kalau disajikan dengan lontong atau nasi hangat, ditambah taburan bawang goreng dan sedikit perasan jeruk limau biar lebih segar.


Secara keseluruhan, sate jamur bumbu pecel kangkung cocok buat kalian yang pengen makanan sehat tapi tetap enak. Rasanya nggak kalah sama sate pada umumnya, bahkan punya karakter sendiri yang lebih ringan dan ramah di perut. Pas banget juga buat vegetarian atau yang lagi mengurangi konsumsi daging. Harganya juga cukup terjangkau yaitu 25 ribu rupiah. 


Sup Jamur 


Ini menu yang dipesan buat anak-anak. Kebayang pasti menu ini sangat segar dan enak. Dari tampilan, sup jamur biasanya terlihat ringan dengan kuah bening atau sedikit creamy. Dihiasi potongan jamur yang menggoda. Aroma hangatnya langsung terasa begitu disajikan perpaduan wangi kaldu, bawang, dan jamur yang khas.



Saat dicicipi, tekstur jamurnya lembut dan sedikit kenyal, menyerap rasa kuah dengan sempurna. Kuahnya sendiri gurih dan hangat di tenggorokan, apalagi kalau pakai kaldu ayam atau sayur yang dimasak perlahan. Kalau versi creamy, rasanya lebih  sedap. 


Yang buat sup jamur spesial yaitu kesederhanaannya. Gak banyak bumbu, tapi tetap enak dan gurih. Semakin mantap kalau ditambah wortel, kentang, atau sedikit daun bawang sebagai topping. Nyam nyam, saya cicip sedikit. Waw kuahnya kaya bumbu dan gurih. Sayangnya agak sedikit pedas. Untungnya anak-anak mau makan dan mereka suka. Harga seporsi sup jamur yaitu 10 ribu rupiah. Cukup murah kan ?. 


Crispy Jamur 


Untuk cemilannya, kami pesan jamur krispi. Berhubung anak-anak suka yang kriuk kriuk, jadinya cocok buat mereka. 


Crispy jamur ini termasuk camilan yang simpel tapi gampang buat ketagihan. Dari tampilannya saja, jamur yang dilapisi tepung terlihat keemasan dan menggoda, apalagi kalau digoreng dengan tingkat kematangan yang pas kering di luar tapi gak gosong. 


Disajikan dengan taburan bumbu atau saus cocolan yang menambah nafsu makan. Begitu digigit, bagian luarnya langsung terasa renyah dan kriuk, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan juicy khas jamur. 



Kontras tekstur ini yang jadi daya tarik utama. Kalau pakai jamur tiram, sensasinya bahkan bisa sedikit mirip ayam goreng crispy, tapi lebih ringan.


Soal rasa, crispy jamur cenderung gurih dengan sedikit sentuhan asin. Cocok dimakan sebagai camilan santai, teman nongkrong, atau bahkan lauk pendamping nasi.


Secara keseluruhan, crispy jamur adalah pilihan yang pas buat yang cari cemilan enak, terjangkau, dan lebih ringan dibanding gorengan daging. Minusnya paling kalau terlalu lama didiamkan, kerenyahannya bisa berkurang jadi paling enak dimakan selagi hangat. Harga seporsi jamur krispi yaitu 15 ribu rupiah. 


Bebek Goreng 


Buat anak-anak kami pesankan menu bebek goreng biar aman kalau mereka gak suka makan jamur. Tapi ternyata makan bebek plus nasi, sate jamur dan sup jamur, enak juga ya. 



Anak-anak juga sangat suka. Terutama dagingnya yang empuk dan juicy. Kulit bebeknya kering dan gurih. Apalagi bumbu yang digunakan juga nendang banget. Dicocol sama sambel matah. Ehmmm, nendang polll. 


Dari segi penyajian, bebek gorengnya disajikan hangat dengan nasi putih. Kombinasi sederhana ini justru yang bikin nagih. Harga seporsi bebek goreng yaitu 30 ribu rupiah ditambah nasi hanya 5 ribu rupiah saja. 


Pisang Goreng Original


Mumpung habis hujan, enaknya ngemil pisang goreng. Untungnya disini ada berbagai macam cemilan dan pilihan jatuh kepada pisang goreng original. 



Anak-anak juga doyan makan pisang goreng. Porsinya juga lumayan banyak. Pisang gorengnya rasanya manis dan pisang yang digunakan yaitu pisang kepok. Tanpa tambahan topping berlebihan. Jadi cocok banget buat kalian yang suka rasa klasik. Gula alaminya terasa, apalagi kalau dimakan hangat.


Bagian luar renyah, tapi gak terlalu keras. Dalamnya lembut dan legit. Ini biasanya karena adonan tepungnya pas. Gak terlalu tebal, jadi pisangnya tetap jadi bintang utama. Harga seporsi pisang goreng original yaitu 10 ribu rupiah. 


Es Kelapa Muda Gula Aren 


Meskipun habis turun hujan, gak ada salahnya pesen minum yang dingin-dingin. Habis makan banyak dan pedas, paling enak minum yang seger-seger. Es kelapa muda gula aren sepertinya pas banget. 


Dari tampilan saja sudah menggoda. Air kelapa bening, serutan daging kelapa muda, ditambah warna cokelat khas gula aren yang kelihatan adem. 



Begitu diminum, sensasi pertama yang terasa itu segarnya air kelapa yang langsung bikin tenggorokan lega. Apalagi kalau pakai es batu, rasanya makin nyess di tenggorokan. Air kelapa sendiri memang terkenal bisa membantu menghidrasi tubuh dengan cepat, bahkan sering disamakan dengan minuman isotonik alami. 


Minuman dingin ini anak-anak juga sangat suka. Selain es kelapa muda, istri pesan es jeruk. Rasanya juga seger di tenggorokan. Selain gula aren, ada pilihan pemanis lainnya antara lain sirup dan susu. Harga segelas es kepala muda gula aren yaitu 10 ribu rupiah. 


Over all, makan di Jamur Lombok gak buat kecewa. Pelayanan yang baik, menu-menunya yang enak-enak, tempatnya yang nyaman dan gak kapok datang untuk kedua sampai berulang kali. 


Selain menu-menu yang sudah saya review di atas, masih banyak menu lainnya yang belum sempat kami pesan dan review satu per satu. Buat kalian yang ingin review menu lainnya atau sudah datang kesini dengan cerita berbeda, bisa tulis di kolom komentar ya !. Terimakasi.





Saking nyamannya, kami sampai betah berlama-lama sambil main kartu UNO. Kebetulan game yang disukai oleh anak-anak. Selain mengajarkan mental juara. UNO juga dapat mengajarkan anak-anak untuk berpikir dan mengatur strategi. Sebenarnya mengalihkan biar gak main gadget saja sih. Hehehe 


Ajakin keluarga besar juga gak ragu memilih Jamur Lombok. Buat yang kerja kantoran, traktir temen kantor kalau ulang tahun atau lagi dapat ceperan, bisa pesen menu serba jamur disini. 


Jamur Lombok juga menyediakan paket begibung buat empat sampai enam orang. Isinya bisa request sendiri. Lengkapnya kalian bisa kepoin akun instagramnya saja (@jamur.lombok). 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra 

Friday, 3 April 2026

Tempat Ngopi Sesyahdu di Stoic by episode Coffee & Space Lombok

 


Sudah lama saya mau datang ke cafe ini, baru kesampaian minggu lalu tepatnya setelah lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Janjian sama temen-temen motor dan mereka ada waktu buat kumpul. Kebetulan di akhir pekan, kami berencana nyari kedai kopi buat ngobrol-ngobrol santai.

Setelah berdiskusi yang cukup alot di chat grup, akhirnya kami memilih ngopi di Stoic Coffee & Space. Tempatnya asyik buat nongki. Review lengkapnya, baca sampai habis !.

Janjian sore mau kesana, eh malah hujan lebat. Sempat galau jadi apa gak. Syukurnya ada jas hujan, jadinya saya terabas saja. Mau pakai mobil, sayangnya mobilnya masih di dealernya. Untungnya Si Nmax kesayangan menemani sepanjang jalan sambil hujan-hujanan. Kontak teman-teman, ternyata ada yang sudah datang duluan. "Semangat amat bung !". Jujur, ini pertama kami juga kesini. 

Stoic Coffee saya menyebutnya merupakah sebuah kedai kopi yang instagrammable dan lagi ngehits. Lokasinya di Jalan Bung Karno no.31, Cilinaya, Kec.Cakranegara, Kota Mataram. Tepatnya di depan Polsek Mataram. Buka dari jam sembilan pagi hingga sebelas malam. 

Cukup unik dibandingkan kompetitor lainnya yang berada di Kota Mataram. Cafe ini memiliki area yang cukup luas. Sebelum ada cafe ini, tempat ini dikenal dengan nama Sayung Resto. Salah satu restaurant ternama di kota ini. Sayangnya Sayung Resto sudah gak seramai dulu. Sempat tutup juga dan entah sampai sekarang masih buka apa gak.

Masih satu area dengan bangunan Sayung restonya, pemilik resto membangun cafe yang cukup menarik bernama Stoic Coffee & Space. Ditata semenarik mungkin. Berada di tengah-tengah pepohonan yang sangat rindang. Bisa dibilang cafe dibangun di tengah hutan kota yang asri. Mau siang atau sore, kita gak bakal kepanasan duduk santai sambil ngopi. 

Yuk kita ulik gimana sensasi nongkrong di Stoic Coffee !. 





Untuk lokasinya gak perlu bingung. Cafe ini berada persis di pinggir jalan raya tengah kota. Tinggal buka google maps, ketik Stoic Coffee atau Sayung Resto, langsung keluar tempatnya. 

Tapi buat kalian yang masih bingung, tenang saja. Di pinggir jalan sudah terdapat plank berwarna cokelat bertuliskan Stoic by episode Coffee & Space. 

Sensasi memasuki area cafenya, pastinya kalian sudah dibuat senang. Kita disambut oleh rimbunnya pepohonan besar yang cukup rindang. Belum lagi ada kolam ikan yang cukup luas. Dari pintu masuk, udara yang sejuk menyapa saat memasuki area cafenya

Menuruni jalanan berbatu menuju area parkirnya yang berada di bagian belakang. Area parkirnya cukup luas. Baik mobil maupun motor bisa menampung dengan jumlah puluhan unit. 

Sesampainya di lokasi, sudah ada personil yang sudah duduk santai di depan area kolam ikan. Setelah memarkirkan motor, saya langsung berjalan ke mereka. Ada Enwal dan Kadek yang sudah nongki duluan. Tinggal Mas Den yang belum datang. Yang lainnya gak tau ikut gabung apa gak. 

Berhubung mereka sudah pesan minuman. Saya langsung menuju meja kasir buat pesan minuman dan makanan. Berhubung perut juga laper, saya putuskan buat makan sore. 




Berjalan menuju meja kasir buat pesan menu. Saya harus menaiki anak tangga karena bangunan utama cafenya berada di atas. Menunggu antrian pengunjung lainnya di depan saya. Sempat bingung mau pesan apa. Lihat-lihat daftar menunya. Ada beberapa menu yang cukup familiar. Selain itu masih asing. 

Setelah giliran saya, mata langsung tertuju ke salah satu menu yaitu salah satu menu. Untuk menunya cukup banyak dan beragam. Dari snack sampai dessert. Dari kopi hingga non kopi juga ada disini. Soal harga kalian nongkrong disini bisa menghabiskan budget 25 ribu hingga 50 ribu rupiah, ini standar ya. Kalau pengen nambah yang lain bisa lebih dari itu.

Menu apa yang saya pesan, kita spill nanti pas bagian review minuman dan makanannya ya !. Sabar. 

Untuk pembayaran bisa pake Qris atau cash. Saya memilih pembayaran cash saja biar gak terbiasa pake Qris. Untuk pemesanan cukup cepat ya. Mbak stafnya juga sangat ramah dan manis, asyiiik (semoga gak dibaca sama istri). 

Setelah memesan menu, saya coba berkeliling area cafe sebentar. Disini cafenya cukup unik dan estetik. Pemilik cafe sepertinya ingin buat pengunjungnya betah berlama-lama duduk disini sambil ngumpul bareng teman atau keluarga. Betah berlama-lama juga untuk bekerja dengan laptop. Tempat anak-anak rekreasi juga bisa. 

Tempat duduknya juga cukup banyak dan beragam. Kalian bisa memilih bersantai di ruang indoor, semi outdoor dan outdoor

Untuk ruang indoor-nya sangat estetik. Buat kalian yang suka foto-foto ala Instagram bisa pilih duduk disini. Ruangannya didesain semenarik mungkin. Buat meeting juga cocok. Asalkan jangan ngumpul buat gibah saja. Ruangannya juga sudah dilengkapi AC jadinya betah berlama-lama kerja di laptop. 

Menuruni tangga, disini ada ruang semi outdoor. Ada beberapa meja kursi yang nyaman dengan lampu hias di atasnya. Buat kalian yang gak betah di dalam ruang ber-AC tapi masih ingin bekerja, cocok duduk disini. 

Nah ini yang paling saya suka yaitu tempat duduk outdoornya. Masih di lantai yang sama dengan semi outdoor, ada tempat duduk yang berada di pinggir bangunan cafe. Meja panjang dari cor-coran semen dengan kursi merah yang nyaman. Kalian yang datang sendiri dan mencari ketenangan, bisa pilih tempat ini. Di hadapan kita juga terlihat area hutan kota yang asri dengan kolam ikan dan pepohonan yang rindang. 

Tempat duduk terakhir yaitu di area hutan kota dengan kolam ikannya. Disini gak terlalu banyak meja kursinya. Siapa yang datang cepat, dia yang dapat. Untungnya si Enwal datang duluan jadinya masih dapat tempat duduk disini. Untuk meja kursinya ada yang diberi payung dan gak. Jumlahnya juga terbatas. 

Dikelilingi oleh hutan kota dan kolam ikan yang kedalamannya sekitar satu meter. Dulunya kolam ikan ini merupakan kolam permandian karena gak jauh dari kolam ini ada sumber mata air yang masih ada sampai sekarang. Sekitar sumber mata air ini terdapat pura kecil tempat persembahyangan umat Hindu. Karena yang punya tempat ini orang keturunan Bali. 

Fasilitas lainnya ada musholla dan toilet yang cukup bersih dan terawat. Sayangnya saya gak sempat fotoin. Selain itu kebersihan tempatnya juga baik. Gak ada sampah atau binatang pengganggu seperti kucing dan anjing. Cafe ini benar-benar dikelola dengan baik. 






Setelah berkeliling sekitar cafe, saya kembali ke tempat duduk. Gak lama kemudian, pesanan saya datang. Wah, cepat juga ya. Padahal baru saja pesan. Penyajiannya juga masih fresh. 

Saya memesan Stoic Sweet Coffee. Ini jenis es kopi. Perpaduan esspreso, sirup strauberry, jeruk, dan simple syrup sebagai pemanis. Alasan pesan kopi ini karena penasaran sama sensasi minum kopi dengan perpaduan rasa asam atau kecut dari strauberry dan jeruk. Untuk pemanisnya ditambah simple sirup. Untuk rasa ini enak dan seger banget. Tumben saya minum es kopi bikin mata melek. Harganya 32 ribu sudah termasuk PPN. 

Untuk makan besarnya, saya pesan Beef Black Paper. Sudah lama juga gak makan nasi lada hitam ini. Biasanya kalau ada acara kondangan atau hajatan baru nemu menu ini,hehehe. Untuk harga 37 ribu sudah sama PPN. Jadi total saya belanja yaitu 69 ribu plus PPN. Pas 70 ribu dengan uang parkir, hehehe. 

Selain menu yang saya pesan. Pesanan teman-teman yaitu Es Cappucino yang pada umumnya dan Ginger Peach Glow yaitu campuran ginger, lemon dan buah peach yang memiliki kesan manis sedikit asam. Pas banget diminum di siang hari, seger dan cocok buat tenggorokan dan badan. Harganya kisaran 25 ribu hingga 30 ribu.  

Untuk makanan beratnya ada yang pesan Nasi Ayam Tempong. Masakan khas Banyuwangi ini cukup favorit. Saya juga suka sama Nasi Tempong. Penyajiannya disini cukup lebay menurut saya. Dengan harga 36 ribu, porsinya parah. Sangat besar alias mengenyangkan. Apalagi ikuran ayam gorengnya mantap besarnya. Bisa untuk berdua. Sambel tempongnya juga seger. Rekommended buat dipesan bila datang kesini. 






Sengaja ambil sore hari karena pengen menikmati vibes senjanya. Ditambah lagi habis hujan, semakin syahdu rasanya. Sambil menikmati makanan dan minum kopi, kami berempat ngobrol ngalor ngidul dan kembali lagi ke topik utama yaitu touring selanjutnya kita bakalan kemana. 

Untuk tujuannya saya gak spill disini. Yang jelas kami akan touring lagi ke salah satu tempat yang menarik di explore kalau ke Pulau Lombok. Ditunggu saja !. 

Semakin sore, suasana di Stoic Coffee & Space semakin asyik dan tenang. Lampu-lampu cafe sudah dinyalakan. Permukaan air kolam berkilau terkena pantulan lampu. Vibesnya seperti cafe di Bali yang sudah saya kunjungi. Pengunjung mulai ramai berdatangan. 

Yang menarik buat dilihat disini yaitu banyak pasangan cowok cewek yang berkencan disini. Sementara kami bapak-bapak yang doyan ngopi padahal di rumah sudah ditungguin sama para istri dan anak-anak ( "Bapak kapan pulangnya ?") hahaha. 

Melihat anak-anak muda yang sedang pacaran disini, jadi ingat masa muda dulu. Kalau ngajakin pacar keluar makan, nyarinya warung bakso atau mie ayam (disesuaikan dengan budget). Jarang-jarang ngajakin pacar ke cafe se-kece ini. Beda sama anak muda jaman sekarang. Kalau ngajakin pasangannya ya ke cafe atau ke resto yang nge-hits. Beda jaman kali yaak ? Hahaha. 

Kalau sekarang mah, ngajakin istri dan anak itupun jarang ngopi ke luar karena istri gak terlalu suka nongki di cafe. Sukanya nongkrong berdua di rumah sambil nonton film di depan tv (malah curhat). 

Over all, buat saya Stoic Coffee sangat rekommended buat didatangi baik bareng temen, gebetan, pacar dan keluarga. Tempatnya keren habis. Didesain seperti kita di sebuah hutan kota yang rindang dengan dikelilingi pepohonan besar. Udaranya juga sejuk padahal berada di tengah kota. 

Pelayanannya juga sangat baik. Orderan cepat datang, stafnya ramah, responnya cepat, menunya juga beragam, rasanya enak dan harganya juga cocok dengan porsi yang diberikan. Kalau dilihat review di google maps juga dapat bintang 4,9/5. Baca-baca komentar orang yang sudah kesini juga sangat positif. Tapi kembali lagi ke selera ya. 

Oke, review singkat dari saya untuk Stoic by episode Coffee & Space. Kurang lebihnya seperti itu menurut pengalaman saya dan teman-teman saat datang kemarin. Mungkin ada yang masih perlu direview?, bisa ditulis di kolom komentar ya atau bisa chat WhatsApp saya langsung. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra