Saturday, 5 September 2026

Kencan di Atas Bendungan Meninting : Angkringan Dara


Dari judulnya saja agak geli-geli gimana gitu. Tapi beneran ceritanya ini saya dan istri tumben motoran berdua tanpa anak-anak karena mereka sedang sekolah. Sebenarnya ini ide dadakan yang direncakan malam sebelum tidur. Kebetulan hari Sabtu, saya libur kerja dan giliran nganter anak-anak sekolah. Biasanya habis anter anak sekolah, balik ke rumah bantuin istri ngurusin rumah. 


Tapi kali ini sepertinya lagi pengen ngajakin istri motoran ke tempat yang viewnya cakep. Banyak pilihan, tapi setelah diskusi sama si doi, akhirnya kami memilih untuk motoran ke salah satu tempat nongkrong baru yang ada di Lombok Barat. 


Jaraknya lumayan jauh dari rumah. Sekitar tiga puluh menit berkendara. Lokasinya ada di kawasan Bendungan Meninting. Berhubung waktu sangat terbatas, setelah nganter anak-anak sekolah, saya dan istri lanjut ke lokasi. 


Pas banget, cuaca lagi bersahabat dengan kami berdua. Setelah melewati padatnya arus lalu lintas Kota Mataram pagi itu, kami melalui jalur pedesaan yang cukup asri. Dari jalan besar, kami menyusuri jalan perkampungan yang masih padat karena kesibukan warga kampung pagi itu. Melewati pasar, sekolah dan tibalah kami di jalur persawahan dan perbukitan. Saya kurang tau nama bukitnya apa. Lebih jelasnya, nanti saya cantumkan di maps menuju lokasi tujuan kami. 





Udara pagi perbukitan yang sangat sejuk menyambut kami di sepanjang perjalanan. Jalanan yang berliku dengan aspal yang mulus. Gak begitu lebar tapi masih bisa antar mobil berpapasan. Saran saja, kalau mau motoran kesini, kondisi kendaraan harus  dalam keadaan baik karena jalanan sempit dan menanjak. Sempat kepikiran, pas perginya menanjak gini kebayang pas baliknya bakalan berhadapan sama jalur menurun yang cukup ekstrim. 


Kurang lebih lima ratus meter sebelum lokasi tujuan, ada pertigaan jalan dimana kalau belok kiri itu merupakan jalur menuju Bendungan Meninting dari pintu timur. Tapi karena sudah laper banget, kami mencari sarapan dulu. Mungkin nanti kalau masih ada waktu, kami bakalan ke kawasan bendungan. 


Singkat cerita, kami sudah sampai di lokasi. Namanya Angkringan Dara. Lokasinya di Dusun Murpeji, Desa Dasan Geria, Lingsar, Lombok Barat. Tepatnya satu jalur menuju Wisata Kampung Lebah Murpeji. 


Tempatnya cukup sederhana, tapi view dari tempat nongkrong ini cakep banget. Dari sini, kita bisa melihat Bendungan Meninting dari atas dengan latar belakang perbukitan hijau yang asri. 


Gak hanya view bendungan saja. Dari sini kita bisa melihat view Kota Mataram, Islamic Center Lombok, Masjid Hubbul Wathan dan gedung lainnya. Pasti kalau malam cakep banget bisa melihat jutaan lampu-lampu perkotaan. 


Dari informasi beberapa teman dan foto orang-orang di sosial media yang sudah datang kesini, saya pun jadi tertarik buat nyobain nongkrong disini sambil ngopi. Di lokasi yang sama, ada beberapa angkringan juga yang menjual view yang sama. Tapi saya pilih Angkringan Dara karena tempatnya cukup luas.


Setelah memarkirkan motor di area parkir yang berada di seberang angkringan, kami berjalan menuju area dalam angkringan. Suasana pagi itu masih belum ada pengunjung. Beberapa karyawan masih menata kursi dan meja. Ada juga yang sedang menyapu halaman. Sempat ragu, ini tempatnya sudah buka apa belum. 







Kami masuk saja dan pas bertanya ke mbaknya yang jaga, ternyata tempatnya sudah buka. Dari penampakan, beneran seperti tempat angkringan mahasiswa jaman saya kuliah dulu. Ada meja panjang dan kursi kayu. Atapnya dari bahan spandek sehingga gak panas. 


Meskipun sederhana, tapi viewnya sangat mewah. Meja kursinya terbagi beberapa tempat. Gak ada indoor, semuanya outdoor karena udara disini sudah sangat sejuk. Angin perbukitan yang sepoi-sepoi. Suara kicauan burung-burung menyapa kami. Deretan pepohonan yang rindang dan sapaan warga desa yang sedang melintas. 


Ada untungnya kami datang kepagian. Jadinya masih bisa bebas pilih tempat duduk. Selain ada meja kursi, angkringan ini juga memiliki beberapa berugaq (gazebo) yang berada di pinggir tebing dan langsung menghadap ke bendungan. Saya dan istri lebih memilih bersantai di berugaq yang ukurannya bisa untuk empat orang dewasa. 


Datang ke tempat secakep ini, sayang sekali gak ambil beberapa foto. Spot foto disini lumayan cakep. Kita bisa fotoan ala-ala anak muda atau prewed gitu. Fotoan berdua kayaknya lebih romantis kali ya, hehehe. 






Bendungan Meninting menjadi magnet bagi warga lokal maupun pendatang. Bendungan ini dibangun sekitar tahun 2019 sampai 2025 sekaligus diresmikan dan dibuka untuk umum. Bendungan ini berada di ketinggian sehingga pengunjung bisa melihat view Kota Mataram dari atas. Kapan-kapan kita review bendungan ini ya. 


Kembali ke laptop !. 


Kami memesan beberapa menu sarapan yang wajib dicoba. Ada nasi goreng ayam pakai telur, kebab, pisang cokelat, susu jahe dan es matcha. Pengennya sih pesen banyak tapi kembali lagi, kita pakai prinsip jalan-jalan hemat. 


Sambil menunggu pesanan datang, kami mengexplore tempat ini. Dari fasilitas umum yang ada seperti mushola, toilet, area parkir kendaraan, tempat duduk yang berada di pinggiran tebing. Tanaman hias dan pepohonan hijau yang rindang di halaman samping bangunan utama. Semuanya ada disini, bersih dan terawat. 


Mbak karyawannya juga ramah-ramah. Tapi pagi itu hanya ada dua orang saja. Satunya melayani pengunjung, satunya bersih-bersih area angkringan. 


Yang saya suka dari tempat ini yaitu gak kotor dan areanya tertata rapi. Sampah-sampah dibuang pada tempatnya. Berhubung angkringan ini berada di pinggir tebing, saya coba cek ke bawah tebingnya. Ternyata bebas dari sampah. Biasanya ada saja penjual atau pengunjung usil buang sampah ke bawah tebing seperti tempat lain. Gak boleh ditiru  !.


Pelayanan disini cukup cepat. Gak menunggu lama, pesanan kami sudah datang. Ada nasi goreng ayam dan telur. Mau dimanapun, paling suka menu sarapan nasi goreng meskipun menginap di hotel bintang lima, pasti nyarinya nasi goreng. Kalau gak gitu ya nasi bungkus, hehe. 







Nasi gorengnya cukup enak. Gak pelit bumbu dan pedasnya pas di mulut. Potongan ayamnya juga banyak. Ditambah toping telur mata sapi yang gurih. Ada sayurannya dan porsinya banyak. Dimakan bersama dengan kerupuk, maknyus. Harganya cukup murah yaitu 15 ribu saja. 


Ada juga kebab pesanan istri. Isian kebabnya sama seperti kebab pada umumnya. Ada telur dadar, potongan tomat, timun, sayuran dan diberi saus mayo atau sambel. Ukuran roti kebabnya juga besar dan dihidangkan hangat-hangat. Harganya hanya 8 ribu saja. 


Untuk snacknya, kami pesan pisang cokelat. Sangat gurih dan renyah di mulut. Ada rasa manis dari pisang dan cokelatnya. Porsinya juga cukup banyak. Pas banget dinikmati bersama minuman hangat. Harganya cukup murah yaitu 10 ribu. 


Kalau minumnya, kali ini saya gak pesan kopi. Lagi pengen minum yang hangat di tenggorokan karena udara disini cukup sejuk. Susu Jahe hangat pas banget. Sudah lama juga gak minum susu jahe. Pas diminum, enak banget di tenggorokan. Susunya juga gurih dan saya menikmatinya. Harganya 5 ribu kita sudah dapat menikmati secangkir susu jahe (sachetan). 


Es Matcha yang dipesan sama istri juga seger di tenggorokan. Es batunya gak begitu banyak juga jadinya rasa matchanya masih kuat. Saya sih gak begitu suka minum matcha, tapi pas cobain eh ternyata enak juga ya. Btw, ini matcha sachetan apa gak ya ? Hehehe. 


Harga makanan minuman disini gimana ?. Kalau saya disini harganya sangat murah. Rata-rata harganya dari 5 ribu hingga 35 ribu. Untuk tempat secakep ini, kalau bayangan saya pastinya harganya lumayan mahal karena yang dijual view. Tapi gak berlaku di Angkringan Dara ini. Semoga saja tetap pasang harga kaki lima tapi rasa bintang lima. 



Sambil menunggu anak-anak pulang sekolah, saya dan istri menikmati sarapan disini sambil ngobrol ngalor ngidul. Sudah lama juga gak kencan berdua. Biasanya pergi makan berempat sama anak-anak. Sekalinya kencan lagi, di angkringan ini sambil melihat view cakep dari atas Bendungan Meninting. Mengulang kembali masa pacaran dulu, hehehe. 


Untuk jam bukanya setiap hari dari jam enam pagi hingga malam hari. Pas banget datang kesini saat sore untung melihat sunset bareng teman, gebetan atau keluarga di rumah. Buat meeting juga cocok, mau ngerjain tugas sekolah, kuliah atau mencari inspirasi buat bahan tulisan juga cocok disini. 


Rute menuju tempat ini gak begitu susah. Kalian tinggal ketik Angkringan Dara di maps, ikuti saja apa kata mbak google mapsnya. Jangan lupa ketik alamat yang lengkap ya. Jangan sampai salah alamat  !. 


Penulis : Laswardy Perdana Putra

Saturday, 29 August 2026

Jalan-Jalan Pagi ke Senggigi dengan Suasana Baru : Matta Siput dan Dermaga Senggigi


Siapa yang gak kenal dengan Pantai Senggigi, Lombok. Destinasi wisata yang berada di daerah Lombok Barat ini dulunya sangat terkenal dengan keindahan pantai berpasir putih, ombak yang tenang dan sunset yang cantik. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara kalau berlibur ke Pulau Lombok, pasti datang ke Senggigi. 


Senggigi berjarak kurang lebih sepuluh kilometer dari pusat Kota Mataram. Waktu tempuh kurang lebih lima belas menit menggunakan motor atau mobil. Transportasi umum yang melayani dari Kota Mataram ke destinasi ini yaitu DAMRI saja. Selain itu kita bisa memesan ojek online atau menyewa kendaraan. 


Senggigi juga merupakan kawasan perhotelan, resort dan villa. Gak hanya itu saja, sejak dulu Senggigi sangat terkenal dengan hiburan malamnya. Puluhan cafe, resto maupun bar ada disini. Bagi warga Kota Mataram dan sekitarnya, kalau ingin mencari hiburan sambil berkumpul dengan teman atau keluarga, pastinya Senggigi menjadi pilihan utama. Tapi itu dulu sebelum Kuta Mandalika dan Desa Sembalun gak seramai sekarang. 


Sejak tragedi Bom Bali puluhan tahun yang lalu dan parahnya lagi, Indonesia dan dunia sempat dilanda wabah Covid-19 di tahun 2020 sampai 2022, kawasan Senggigi mulai ditinggalkan oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Banyak dari mereka yang lebih memilih stay di Gili Trawangan atau Kuta Mandalika. 


Sebenarnya dari nama-nama berikut, Senggigi gak kalah soal keindahan pantainya. Bahkan menurut saya pribadi, Senggigi jauh lebih hemat dari sisi budget karena menawarkan destinasi wisata yang murah tapi gak murahan. 


Kalau lagi suntuk di rumah atau pekerjaan, saya biasanya jalan-jalan ke Senggigi. Jalur Senggigi juga merupakan jalur favorit saya kalau gowes. Cerita gowes ke Senggigi pernah saya tulis di blog ini. Bisa kalian cari di daftar tulisan blog ya  !. 


Sudah lama gak jalan-jalan ke Senggigi, saya mengajak istri dan anak-anak ke salah satu spot cakep di kawasan Senggigi. Pas banget di Minggu pagi, cuaca cerah. Setelah sarapan di rumah, kami bersiap-siap untuk jalan. 


Masih pakai motor kesayangan "Blumax", estimasi perjalanan kurang lebih setengah jam. Kami berencana mengajak anak-anak main air dan pasir. Jadinya membawa perlengkapan mandi dan pakaian ganti. 


Melewati pinggiran Kota Mataram menuju arah Kota Tua Ampenan, lanjut menuju arah Pantai Senggigi. Kondisi lalu lintas pagi itu cukup ramai lancar. Gak sepadat di hari kerja karena orang-orang masih pada tidur di rumah masing-masing. 


Setelah melewati padatnya daerah Ampenan, kami sudah berada di jalur menuju Pantai Senggigi. Jalanan sudah aspal mulus semua. Baik kendaraan roda dua dan roda empat, ramai juga mengarah ke Senggigi. 


Sesampainya di tanjakan Batu Layar, view Pantai dan perbukitan hijau cakep benar. Sedikit ada perbaikan jalan tapi gak menghalangi arus lalu lintas pagi itu. Jalur Senggigi dari Kota Mataram merupakan jalur pinggir laut. Jadinya selama di perjalanan, waktu gak terasa. Eh, ternyata kami sudah sampai di pusat keramaian Senggigi. Udara pagi yang sejuk, langit yang biru, lautan yang indah, pasir putih yang menyambut kami pagi itu. 


Tujuan kami yaitu ke Pantai Senggigi atau biasa disebut Dermaga Cicak Senggigi. Lokasinya gak jauh dari Pasar Seni Senggigi, Hotel Merumata dan Matta Siput. Untuk menemukan pantai ini gak sulit. Patokannya, setelah Hotel Aruna dan Hotel Montana, di sebelah kiri ada jalanan kecil dimana ada tulisan Hotel Merumata. 






Kita belok ke kiri menyusuri jalanan kecil tersebut. Kurang lebih dua ratus meter, ada area parkiran kendaraan Pelabuhan fast boat Senggigi. Kita bisa memarkirkan kendaraan di parkiran dengan membayar uang parkir 5 ribu saja. Tenang saja, parkirannya resmi dan gak ada biaya tambahan lagi masuk ke dalam pantainya. 


Suasana pagi itu cukup ramai oleh pengunjung yang sama-sama lagi menghabiskan akhir pekan bersama keluarga tercinta. Setelah kendaraan aman, kami berjalan kaki menuju pantai. Dari depan masih terlihat sama seperti terakhir saya kesini. Tapi setelah memasuki area pantai. Ada yang sedikit berubah. 


Dermaga pelabuhan sudah direnovasi. Banyak fast boat yang bersandar disini menunggu jam keberangkatan. Oh ya, dermaga ini sudah dioperasikan setiap hari untuk melayani penyeberangan Senggigi menuju Pelabuhan Padangbai, Gili Trawangan dan Nusa Lembongan (pulang pergi). 


Bila kita ingin menggunakan fast boat atau kapal cepat menuju Bali, bisa melalui Senggigi. Operator yang melayani penyeberangan ini cukup banyak, salah satunya yaitu KM Eka Jaya. Selain itu ada beberapa operator lainnya dengan harga tiket yang beragam. Kisarannya yang saya ketahui dari 450 ribu hingga 650 ribu. Lebih jelasnya kalian bisa cek di website masing-masing. 


Pas kami tiba di pantai, suasana ramai sekali. Yang berbeda dari pantai ini selain dermaga yang semakin cakep yaitu gak ada lagi perahu-perahu nelayan yang terparkir di pinggir pantai. Jadinya agak lengang kalau kita ingin bersantai menikmati suasana pantai sambil cuci mata. 


Anak-anak sudah gak sabaran mau main pasir dan air. Tapi saya dan istri, mengajak mereka dulu berjalan menuju salah satu spot cakep untuk menikmati view. Kurang lebih seratus meter berjalan kaki menyusuri jalanan stapak yang sudah tertata rapi. 







Kami menuju ke Matta Siput, salah satu spot favorit saya kalau datang ke Pantai Senggigi. Kalau dilihat dari atas pesawat, Matta Siput ini berbentuk seperti kepala siput dengan dua sungutnya. Bisa dibilang spot ini merupakan tanjung kecil di sudut Pantai Senggigi. 


Dari sini kita bisa melihat perbukitan hijau, Kota Mataram dari kejauhan, ujung pulau Lombok paling barat, Pulau Nusa Penida dan Gunung Agung di Bali. Aktivitas yang bisa kita lakukan disini yaitu duduk santai di atas undakan tangga yang sudah di paping blok sambil makan kacang rebus dan ngopi. Yang hobi mancing, kalian juga bisa mancing dan surfing disini karena ombak disini lumayan besar. Terlihat batu karang dari permukaan air laut yang berwarna gradasi biru dan hijau. 


Yang paling cakep lagi, spot ini persis di depannya Hotel Merumatta. Buat kalian yang menginap di Merumatta sangat beruntung karena bisa langsung ke spot ini tanpa ada drama ketinggalan moment sunset. Cukup buka pintu kamar, lalu berjalan kaki beberapa langkah. Kalian sudah berada di salah satu spot cakep buat menikmati sunset. 


Sayangnya kami datangnya pagi hari, jadinya gak sampai sore disini. Next time, ajak anak istri buat kesini lagi. Btw, berhubung angin cukup kencang dan khawatir anak-anak masuk angin, kami memutuskan puter balik menuju dekat dermaga. 


Rencananya mau duduk santai sambil menemani anak-anak main pasir dan air. Kami cukup menyewa tikar untuk duduk biar pantat gak kotor. Untuk sewanya cukup 10 ribu saja dan dipakai sepuasnya. Sampai malam pun boleh asalkan gak dibawa pulang saja tikarnya. 


Selain itu ada juga yang menawarkan sewa life jacket buat berenang di pantai atau bermain banana boat dan kano. Untuk sewanya saya kurang tau ya karena gak nanyak juga. Disini juga kita bisa bermain jetsky. Pastinya mahal nih sewanya.






Karena kali ini temanya liburan paket hemat, jadi kami hanya bersantai dan menemani anak-anak saja. Selain itu kami memesan masakan khas Lombok. Apa itu?. Ya bener, Sate Bulayak. 


Sate Bulayak merupakan salah satu kuliner khas Lombok yang menawarkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan aroma rempah yang cukup kuat. Sekilas memang terlihat seperti sate pada umumnya, tetapi yang membuatnya berbeda adalah cara penyajian serta pasangan uniknya, yaitu bulayak.


Bulayak adalah lontong khas Lombok yang dibungkus menggunakan daun aren atau daun kelapa dengan bentuk memanjang dan sedikit berpilin. Untuk menikmatinya, kita harus membuka pembungkusnya terlebih dahulu, kemudian menyantapnya bersama potongan sate dan siraman bumbu khasnya.


Sate yang digunakan biasanya berupa daging sapi atau jeroan, meskipun di beberapa tempat terdapat variasi lainnya. Dagingnya dipotong kecil-kecil, ditusuk menggunakan tusukan bambu, lalu dibakar hingga matang. Aroma sate yang sedang dibakar menjadi salah satu hal yang cukup menggoda, apalagi saat disantap langsung dalam keadaan masih hangat.


Dari dulu kalau mau makan Sate Bulayak, kita bisa ke Pantai Senggigi. Tapi sekarang sudah banyak tempat yang menjual masakan khas Lombok yang terkenal ini. Perpaduan aneka rempah di bumbunya yang menarik kita untuk pengen makan lagi. Harganya kisarab 25 ribu -35 ribu (tergantung tempat). Porsinya juga cukup banyak dan mengenyangkan. 


Paling enak lagi habis makan Sate Bulayak, kita bisa memesan kelapa muda yang segar. Namanya kalau sudah di pantai, pastinya banyak penjual kelapa muda. Apalagi di Lombok yang banyak memiliki pohon kelapa di sepanjang pantainya. 


Karena akhir pekan, pengunjung yang datang ramai sekali. Meskipun suasana ramai, tapi kami masih bisa menikmati pantai dengan pasir putih yang lembut, gradasi hijau biru air laut, angin sepoi-sepoi dan yang paling saya sukai disini yaitu kita bisa melihat fast boat yang akan nyandar di dermaga. Jadi pengen naik kapal cepat ini ke Bali. 


Selain fast boat, ada juga privat boat yang bisa kalian sewa menuju beberapa pantai yang ada di sekitaran Senggigi dan ada juga yang menyewa untuk nyeberang ke Gili Trawangan. Biasanya sih tamu bule yang pakai jasa ini karena pastinya harga sewanya mahal. 




Gak terasa, sudah tiga jam kami main air. Tapi masih betah juga lama-lama disini. Enaknya di Pantai Senggigi ini gak panas karena banyak pohon-pohon rindang dan pohon kelapa yang menjulang tinggi di sepanjang pantai. So, pengunjung sangat nyaman bersantai disini. 


Pantai Senggigi sekarang sudah tertata rapi dan bersih. Penjual souvenir dan Sate Bulayak sudah ditempatkan di tempat yang sudah disediakan oleh pengelola. Dermaga pelabuhan fast boat juga sudah cakep. Untuk jadwal fast boatnya cukup banyak dari pagi hingga sore hari. Jadinya rame banget fast boat silih berdatangan dan berangkat menuju Bali dan Gili Trawangan. 


Kerennya lagi disini gak ada para penjual souvenir yang resek dan memaksa pengunjung untuk beli barang dagangannya seperti di kawasan pantai lainnya. Over all, buat kalian yang sedang merencanakan berlibur ke Lombok dan masih bingung mau menginap dimana, kalian bisa memilih Senggigi sebagai tempat untuk berlibur. Tapi kembali lagi ke selera ya. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Sunday, 23 August 2026

Ada Yang Menarik Ngopi di Kopsel Coffee Mataram


Ada kalanya kita keluar rumah bukan untuk mencari tempat yang mewah, tapi cuma ingin ngopi, duduk santai, dan menikmati suasana. Nah, salah satu tempat yang bisa dicoba di Kota Mataram adalah Kopsel Coffee. 

Dari sebuah rumah tinggal yang disulap menjadi sebuah coffee shop yang lokasinya persis di depan rumah sakit tempat saya bertugas. Sejak soft opening sekitar bulan Juli lalu, tempat ini gak pernah sepi. Infonya pemilik coffee shop ini seorang dokter, tapi saya kurang tau nama dokternya karena saya gak kepo kecuali diendorse, hehehe. 

Kenapa dinamakan Kopsel ?. Karena lokasi coffee shop ini berada di samping selokan atau sungai kecil. Jadinya dinamakan Kopi Selokan disingkat Kopsel (diralat kalau salah). Berlokasi di Jalan Harimau no 28,Pejanggik, Kota Mataram. Atau lebih tepatnya persis berada di depan Rumah Sakit Mata NTB dan Kantor Pos Pejanggik. 

Mau kesini buat nongkrong tapi ramai terus. Tempat duduk pun sudah penuh terisi pelanggan yang lebih dulu datang. Lihat saja area parkirnya yang gak telalu luas, penuh sampai beberapa kendaraan terparkir di pinggir jalan. 

Sejak hari pertama launching, saya baru tiga kali datang kesini itupun satunya hanya take way karena kehabisan tempat duduk. Sisanya nyuri-nyuri waktu buat kesini. Nyari jam sepi untuk nongkrong itupun nanyak dulu sama tukang parkir. 

Namanya juga cafe baru buka, pasti ramai di medsos, terutama instagram. Yang mendominasi yaitu anak-anak muda yang doyan nongkrong. Berlokasi di kawasan Pejanggik, Kopsel Coffee menawarkan suasana yang cocok untuk ngopi santai, ngobrol bersama teman, maupun sekadar menikmati waktu sendirian. 






Kopsel Coffee buka setiap hari dari pukul 07.00 pagi hingga malam pukul 23.00, sehingga cukup fleksibel baik untuk ngopi pagi maupun nongkrong malam. Buat kalian yang nyari tempat buat kerja sambil meeting bareng temen kerja, bisa disini. Wifinya juga kenceng dan buat betah lama-lama kerja di depan laptop atau tablet. 

Penampakan bangunannya dari depan cukup menarik. Bangunan cafenya berbentuk kotak dengan tulisan Kopsel di sisi atas pintu kaca. Didominasi warna cat merah bata. Terdiri dari ruang indoor yang berada di bagian depan dan outdoor di bagian belakang. Untuk yang suka ruangan adem buat kerja, bisa memilih indoor. 

Untuk ruang indoornya, terdiri dari kursi sofa panjang dan meja kayu panjang. Bisa untuk ngumpul dengan teman-teman, gebetan atau duduk sendirian tanpa ada yang menemani kecuali laptop dan handphone sambil dengarkan lagu-lagu yang sering diputar di cafe pada umumnya. 

Ruang indoornya gak terlalu luas. Tapi cukup untuk dua puluh hingga tiga puluh orang. Dinding cat didominasi warna merah bata, dengan lampu-lampu hias dan beberapa pajangan dinding. Vibesnya seperti resto khas India dan Turki. 





Begitu juga di bagian outdoornya, cat dinding semuanya serba merah bata ala rumah India dan Turki. Ada taman mini dengan beberapa meja kecil dan kursi. Ada juga meja dan kursi untuk kerja. Dilengkapi dengan colokan laptop, tablet dan handphone. Jangan khawatir kalau gerah, disediakan kipas angin yang bisa dinyalakan setiap saat. 

Buat yang mau meeting santai, bisa pakai meeting roomnya. Ruang meetingnya juga disediakan LCD dan proyektor untuk melakukan presentasi. Buat rapat kecil, arisan atau sekedar mengerjakan tugas sekolah bareng teman-teman juga bisa di meeting room ini. 

Fasilitas lainnya ada toilet pria dan wanita yang bersih, mushola, tempat sampah yang sudah dibedakan sampah kering, basah dan bahan kimia. Meskipun tergolong cafe yang kecil dan sederhana, tapi tempatnya sangat nyaman sekali buat kerja atau bersantai menghabiskan waktu seharian. 

Untuk menunya cukup beragam. Dari cemilan ringan, pastry dan makanan berat. Untuk minumannya ada kopi dan non kopi. Soal harga cukup terjangkau sekelas coffee shop pada umumnya. 

Dari beberapa kali cobain ngopi disini. Menu kopi wajib yang saya pesen yaitu Es Kopi Susu Harimau 28K. Serem amat ya namanya. Pikiran saya kopi susu dari susunya harimau tapi ternyata maksudnya itu Coffee Shop ini berada di Jalan Harimau, gagal fokus jadinya hehehe. 






Yang pernah saya pesan juga Croissant Almond 30K. Tekstur croissantnya lembut dan gurih. Dihidangkan hangat-hangat menambah rasa gurih di lidah dan gak keras saat dimakan. Isiannya juga ada kejunya. Lumer banget dimulut. Di permukaan croisanntnya, ditaburi biji almond. Ukurannya juga besar dan pas banget buat ganjal perut. 

Selain itu saya pernah coba Loaded Fries 30K sebagai cemilan ringan. Isinya ada potongan kentang goreng, cincangan daging, keju mozarella dan saos. Ditaburi dengan potongan daun bawang membuat nafsu makan meningkat. Cocok banget dihidangkan bersama Kopi Susu Harimau. 

Btw, masih banyak menu lainnya yang belum sempat saya coba. Dari beberapa teman yang sudah datang kesini, katanya sih menu-menu disini lumayan enak. Oh ya, Es Matchanya juga enak (kata istri). Pantes saja ramai terus. Ini godaan saya pribadi karena lokasinya persis berada di depan tempat saya kerja. 

Menurut saya, paling enak datang kesini itu di jam-jam sepi seperti pagi sekitar jam tujuh atau siang setelah jam makan siang. Tapi itupun kalau beruntung ya. Setiap datang kesini, terlihat dari luar selalu ramai yang nongkrong. 

Bagi saya Kopsel Coffee cukup menarik dan bikin penasaran buat orang ngopi disini, soalnya ramai terus baik pagi, siang, sore sampai malam. Dari keseluruhan saya beri nilai 9 dari 10. Asyiknya disini menunya enak-enak, terutama kopinya yang buat nagih. Wifinya kencang, full musik, pelayanannya cepat dan karyawannya ramah semua. Gak pelit ilmu seputaran perkopian. 

Kekurangannya, tempatnya kurang luas tapi sudah cukup nyaman bagi saya yang mencari tempat buat kerja di depan laptop sambil bersantai menikmati es kopi. Itupun kalau di waktu gak banyak orang yang datang. 

Buat kalian yang sedang mengantar keluarga atau teman berobat di Rumah Sakit Mata NTB, biar gak bosan menunggu pasien atau sekedar melepas pikiran berat dan pengen duduk santai sambil ngopi, bisa ke Kopsel Coffee yang sudah buka dari jam tujuh pagi. Jarang lhoo ada coffee shop yang buka pagi di Kota Mataram. 

Buat saya, daya tarik Kopsel Coffee bukan hanya soal kopi, tapi juga tentang menikmati waktu dengan suasana yang santai. Gak harus datang dengan agenda khusus. Kadang cukup naik motor, cari tempat duduk, pesan kopi, lalu menikmati suasana yang ada, buka handphone atau laptop, menulis blog biar mengurangi stress kerjaan (curhat). Satu hal yang lebih menarik lagi, cewek-cewek yang nongkrong disini cakep-cakep. Gak ada obat, hahaha. 

Kalau sedang mencari tempat ngopi santai di Kota Mataram, Kopsel Coffee bisa masuk dalam daftar tempat yang layak dicoba. Karena terkadang, secangkir kopi sederhana bisa menjadi alasan yang cukup untuk berhenti sejenak dari rutinitas. "Ngopi dulu, urusan lain belakangan".

Penulis : Lazwardy Perdana Putra