Saturday, 3 October 2026

Makan Siang Dadakan di AH PEK Kopitiam Lombok : Pengen Datang Lagi

 


Agenda dadakan yang gak direncanakan sebelumnya biasanya keseringan jadi. Nah, ini yang saya alami di minggu yang lalu sebelum cerita ini ditulis. Tiga harian lembur di kantor sampai akhir pekan dipakai buat kerja, rasanya pengen makan yang enak-enak. Ditambah lagi pengen bersantai sejenak di tempat yang nyaman dan adem. 


Berawal dari keisengan beberapa teman lembur yang pengen pesan makan siang. Kalau saya sih ngikut saja mau makan apa. Nah, pas tau mereka mau pesan makan di salah satu resto terkenal di Kota Mataram yaitu AH PEK Kopitiam, saya pun tertarik. 


Bahkan ada yang ngasi saran, makan disana saja. Pas selesai lembur di hari terakhir, gak mikir dua kali kami bersemangat berangkat ke lokasi. Mana siang itu pas banget perut sudah laper banget. 


Namanya unik ya AH PEK Kopitiam, pasti kita pikir itu resto khas Chinese. Yup, benar ini resto dengan nuansa Chinese. Resto itu berlokasi gak jauh dari kantor. Alamatnya di jalan Bung Karno, Ruko Bung Karno Jaya no. 12, Cilinaya, Cakranegara,  Kota Mataram. Tepatnya di selatannya Stoic by Episode


Mulai soft opening tujuh bulan yang lalu, dan saya baru pertama kali kesini. "Kemana saja selama ini, kok baru datang kesini?", Maklum lagi banyak kerjaan di kantor jadi agak kurang nongkrong di cafe atau resto. Lagi sepi job ngeblog juga hehehe (nyindir). 


Resto ini sudah buka banyak cabang di Indonesia. Lombok merupakan daerah ke-delapan (koreksi bila keliru) yang dipilih untuk melebarkan sayap dari resto ini. Kalau gak salah resto ini sudah buka di Surabaya, Gresik, Malang, Tangerang, Jakarta, Depok, Samarinda dan terbaru di Lombok. Wah keren kan !. 





Kami sampai di lokasi sekitar jam satu siang. Perut sudah laper, badan dan pikiran sudah capek kerja lembur dari pagi. Saatnya kita bersantai dan berkumpul sambil menikmati beberapa menu best seller dari resto ini. Jujur, saya agak kurang ngikutin apa saja menu disini. Jadinya saya bertanya sama beberapa teman yang sudah sering datang kesini. 


Sebelum kita bahas soal mau makan apa, saya akan mengajak kalian melihat-lihat suasana di dalam resto ini. Dari pinggir jalan raya, penampakan bangunan dari resto ini sudah mencuri perhatian karena karena warnanya yang sangat mencolok. 


Area parkirnya gak begitu luas tapi cukup nyaman buat kita yang bawa kendaraan roda empat atau roda dua. Ada penjaga parkirnya juga (tapi bayar parkir), jadinya kendaraan kita dijamin keamanannya.


Berjalan menuju pintu masuk, saya sempat membaca beberapa informasi penting di kaca pintu. AH PEK buka dari Senin sampai Minggu dari jam tujuh pagi hingga sepuluh malam. Buat yang membawa binatang peliharaan dilarang disini ya. Bawa makanan dari luar juga gak diperkenankan. Dan yang paling penting disini dilarang buat ngerokok, mantaap.


Memasuki bangunannya, kita langsung disuguhkan dengan suasana Chinese Melayu. Beberapa pajangan dinding yang kental akan budaya Melayu. Hiasan lampu dan dinding juga sangat kental akan Chines Melayu. 


Bangunan berlantai tiga dengan dominan warna cat merah dan hijau khas dari negeri tirai bambu karena melambangkan keberuntungan. Jendela kaca yang sangat iconik. Mengusung konsep kopitiam, restoran ini menghadirkan nuansa yang punya sentuhan klasik, tetapi tetap terlihat modern dan nyaman untuk dijadikan tempat bersantai.


Penataan ruangannya terlihat cukup menarik dengan perpaduan desain interior yang memberikan kesan hangat. Mulai dari pemilihan meja dan kursi, dekorasi ruangan, hingga pencahayaan, semuanya terasa menyatu dalam menciptakan suasana khas tempat nongkrong ala kopitiam.


Salah satu hal yang cukup menarik perhatian adalah bagaimana ruangan ditata sehingga pengunjung bisa menikmati waktu makan tanpa merasa terlalu formal. Suasananya cocok untuk datang bersama keluarga, teman, maupun sekadar mencari tempat untuk menikmati secangkir kopi sambil ngobrol santai.


Dari sisi kenyamanan, AH PEK Kopitiam juga menawarkan suasana yang pas untuk melepas penat. Gak hanya sekadar tempat makan, tetapi juga bisa menjadi pilihan untuk menikmati waktu luang dengan suasana yang berbeda.







Berhubung kami datangnya bersepuluh, ada ruangan yang pas buat kami yaitu ruang meeting atau VIP. Jadi di resto ini ada beberapa ruangan. Ada ruang indoor, semi outdoor dan ruang VIP atau meeting. 


Di lantai satu, ada beberapa meja kursi untuk dua orang dan empat orang. Suasana juga agak ramai di lantai satu. Kami akhirnya menuju lantai dua, menaiki anak tangga berbentuk memutar. Di dalam ruangannya juga sangat dingin. Wah, bakalan betah duduk berlama-lama disini.


Sesamainya di lantai dua, untungnya ruang meetingnya lagi kosong alias gak ada yang booking siang itu. Kami meminta sama karyawan resto untuk memakai ruang meetingnya. Gak ada biaya tambahan atau sewa ruangannya. 


Selain ruang meeting, di lantai dua ada tempat duduk untuk berdua atau berempat. Disamping ruang meeting ada ruang semi outdoor lengkap dengan beberapa meja kursi. Cocok bagi para ahli hisap untuk nongkrong disini tapi kecuali di AH PEK, para ahli hisap dilarang merokok di area resto ini. 


Sayangnya, saya gak sempat melihat-lihat ruang yang ada di lantai tiga. Informasinya, di lantai tiga ada mushola. Fasilitas lainnya ada toilet yang cukup bersih dan area bermain anak-anak. Jadi resto ini sangat ramah anak-anak.


Untuk di ruang meeting tempat kami duduk begitu nyaman. Meja panjang yang bisa memuat sepuluh hingga lima belas orang. Tersedia juga layar LED yang bisa digunakan untuk presentasi dan karaoke. Ruangannya dingin dan ada beberapa pintu kaca, jadi kita bisa melihat ke arah luar. 


Nah, sudah berkeliling sebentar melihat suasana di dalam resto. Yuk, kita review menunya satu per satu yang sudah saya coba. Ini review menu yang sempat saya cicip saja ya.


Nasi Hainan Ayam Panggang 41K


Begitu dipesankan oleh salah satu teman, saya sudah gak sabar pengen mencoba makan Nasi Hainan Ayam Panggang khas AH PEK. Nama Hainan diambil dari salah satu daerah yang ada di negara Tiongkok bagian selatan. Hainan menjadi destinasi wisata favorit di Tiongkok karena memiliki penampakan alam yang hampir mirip dengan Indonesia. Berada di Pulau Hainan dengan memiliki puluhan pantai dan kuliner yang cukup menjadi daya pikat pengunjung yang datang berlibur.

 

Menu satu ini mungkin terlihat sederhana, tapi perpaduan nasi gurih dengan ayam panggang yang menggoda selalu punya daya tarik tersendiri. Porsinya juga cukup besar. Aroma khas ayam panggang langsung terasa menggugah selera. Tampilan ayamnya yang berwarna kecokelatan dengan kulit yang terlihat mengkilap membuat siapa saja rasanya ingin segera menyantapnya. 


Untuk nasinya, Nasi Hainan punya karakter yang berbeda dibandingkan nasi putih biasa. Rasanya lebih gurih, aromanya harum dan teksturnya terasa lembut. Ada sensasi rasa kaldu dan rempah yang membuat nasi ini tetap nikmat meskipun disantap tanpa banyak tambahan lauk.



Yang paling menarik bagi saya, yaitu ayam panggangnya. Penyajiannya, ayam panggangnya dipotong menjadi beberapa bagian. Daging ayam yang empuk dengan perpaduan bumbu yang meresap memberikan rasa gurih dan sedikit manis. Apalagi saat disantap bersama nasi Hainan, rasanya semakin lengkap. Gak ketinggalan saus pelengkap yang memberikan sentuhan rasa berbeda sehingga setiap suapan terasa semakin nikmat. Untuk topingnya diberi setengah potong telur ayam. 


Kombinasi nasi yang gurih dan ayam panggang yang kaya rasa menjadi pasangan yang cukup sulit ditolak. Masakan ini juga cocok buat kalian yang ingin menikmati hidangan mengenyangkan tanpa harus memilih makanan yang terlalu berat. Cocok dinikmati saat makan siang maupun makan malam, apalagi bagi sebagian banyak orang pecinta kuliner bernuansa Chinese Food.


Soal harga bagi saya pribadi, ada harga ada rasa. Harganya cukup lumayan tapi kalau rasanya memang juara. Seporsi Nasi Hainan Ayam Panggang seharga 41 ribu (belum termasuk PPN). 


Chicken Chop Curry Rice 42K


Menu satu ini menjadi salah satu menu best seller selain Nasi Hainan Ayam Panggang di resto ini. Buat kalian yang suka masakan dengan cita rasa gurih dan sedikit sentuhan rempah, Chicken Chop Curry Rice menjadi salah satu menu yang menarik untuk dicoba. 


Menu ini menawarkan perpaduan ayam goreng berbalut tepung yang renyah dengan nasi hangat dan siraman saus kari yang kaya rasa rempah. Jujur, setelah saya mencicipi rasa karinya, benar-benar enak, gurih dan ada sedikit pedasnya. Pas banget buat kalian yang gak terlalu suka pedas tapi pengen makan masakan berbumbu.



Porsinya juga cukup besar. Potongan ayam yang terlihat krispy disajikan bersama nasi putih hangat yang ditaburi bawang goreng, lengkap dengan kuah kari berwarna kuning kecokelatan yang aromanya cukup menggoda. 


Bagian menarik ada pada chicken chopnya. Lapisan tepung di bagian luar memberikan sensasi renyah saat digigit. Sementara bagian dalam ayamnya terasa lembut dan juicy. Selain itu, tentu saja kuah karinya yang menjadi dominan disini. Kuah kari yang disiram di atas nasi membuat setiap suapan terasa lebih terasa. 


Kombinasi ayam krispi dengan saus kari, menghadirkan perpaduan rasa yang cukup seimbang. Ada gurih ayam, nasi yang lembut, serta rempah dari kari yang memberikan sensasi hangat di mulut. Untuk seporsi Chicken Chop Curry Rice seharga 42 ribu. Cukup cocok buat saya pribadi dengan rasanya. 


Claypot Kebuli Ayam Rempah 86K


Sampai kita di menu ketiga. Wajib saya review masakan satu ini karena memang menu ini membuat saya tertarik buat dibahas. Meskipun ini resto khas Chinese Food, tetap menampilkan masakan dari beberapa negara lainnya. Salah satunya menu nasi kebuli khas negara Turki.


Nasi gurih harum dengan sentuhan rempah yang menggoda. Kalau kalian doyan makan nasi berbumbu dengan aroma rempah yang kuat, Claypot Kebuli Ayam Rempah bisa menjadi salah satu menu yang layak dicoba. Dari namanya saja sudah terbayang nasi kebuli yang kaya rempah, disajikan dalam claypot yang membuat pengalaman makannya terasa sedikit berbeda.


Begitu hidangan datang, aroma rempah langsung menjadi hal pertama yang menarik perhatian. Harumnya terasa hangat dan menggugah selera, dengan karakter khas nasi kebuli yang berpadu dengan aroma ayam dan bumbu rempah.



Nasinya menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Nasinya terasa gurih dan kaya rasa, tetapi gak sampai membuat enek. Perpaduan rempahnya memberikan rasa yang lengkap dengan sensasi gurih dan sedikit hangat yang membuat ingin terus menyantapnya.


Ayam rempahnya juga menjadi pasangan yang pas untuk nasi kebuli. Bumbu meresap dengan baik sehingga setiap potongan ayam terasa lebih berkarakter. Teksturnya cukup lembut dan semakin nikmat ketika disantap bersama nasi kebuli yang aromatik.


Penyajian menggunakan claypot juga memberikan daya tarik tersendiri. Selain membuat tampilannya lebih menggugah selera, penyajian seperti ini memberikan kesan hidangan yang sangat wajib dipesan saat datang ke AH PEK. 


Porsinya juga bisa untuk berempat karena penyajiannya besar sekali. Apalagi ukuran ayam rempahnya juga besar banget. Harganya juga lumayan merogoh gocek yaitu 86 ribu per porsi.


Es Bandung AH PEK 28K


Setelah menikmati berbagai menu makanan di AH PEK Kopitiam, rasanya kurang lengkap kalau belum mencoba minuman segarnya. Salah satu yang menarik perhatian yaitu Es bandung AH PEK. Minuman satu ini sangat familiar bagi pecinta kuliner, apalagi dinikmati di tengah cuaca panas siang hari. 


Dari tampilannya, Es Bandung punya warna merah muda yang cukup menggoda. Perpaduan warna tersebut memberikan kesan segar bahkan sebelum menyeruputnya. Disajikan dengan es batu, membuat minuman segar ini terasa cocok menjadi teman bersantai sambil menikmati suasana siang itu.



Untuk rasanya, Es Bandung identik dengan perpaduan susu dan sirup mawar yang memberikan kesan cita rasa manis, lembut, serta sedikit aroma mawar yang khas. Sensasi creamy dari susu berpadu dengan manisnya sirup, menciptakan rasa yang cukup unik dan berbeda dari minuman dingin pada umumnya.


Rasa yang gak terlalu manis tapi sudah cukup bagi saya pribadi. Es Bandung AH PEK menjadi salah satu pilihan menarik bagi yang ingin menikmati minuman dengan cita rasa klasik. Bukan sekedar pelepas haus, tapi memberikan pengalaman menikmati minuman khas kopitia yang cukup berbeda. Untuk harga cukup terjangkau yaitu 28 ribu.


Es Cendol Malaka 30K


Selain Es Bandung, yang wajib saya review yaitu minuman yang saya pesan yaitu Es Cendol Malaka. Namanya saja terkesan kita minum es cendol di Tanah Melayu, hehehe. Es Cendol Malaka berasal dari kawasan Malaka yaitu Malaysia. Meskipun cendol sendiri secara histori memiliki keterkaitan kuat dengan tradisi kuliner Jawa. 


Di Malaka, Malaysia, cendol berkembang menjadi kuliner khas dengan penggunaan gula merah yang memberikan cita rasa manis, gurih dengan ada aroma karamelnya. No debat mengenai asal muasal dari es cendol. Setiap negara memiliki minuman khas cendol masing-masing. Gak hanya di Indonesia, di negeri seberang pun cendol sudah berkembang pesat dengan ciri khas yang berbeda. Mungkin di Afrika juga ada minuman segar sejenis es cendol, hehehe. 



Dari tampilannya, Es Cendol Malaka sudah terlihat menggoda. Perpaduan cendol yang berwarna hijau, santan putih, gula merah dan es batu menghadirkan kombinasi warna yang sederhana tapi sangat menggugah selera. Apalagi disajikan dalam kondisi ingin, rasanya langsung ploong di tenggorokan. 


Saat mulai diseruput, perpaduan rasa manis dari gula merah dan gurihnya santan langsung terasa. Cendolnya memberikan tekstur kenyal dan lembut yang menjadi ciri khas minuman tradisional ini.


Bagi saya, Es Cendol memang termasuk salah satu minuman yang gak pernah kehilangan penggemarnya. Sejak kecil saya suka sekali dengan es cendol. Mungkin kalian setuju, es cendol itu enak sekali dan sangat merakyat. Porsi Es Cendol Malaka di AH PEK cukup besar ya. Saya pun agak kurang mampu menghabiskan sendirian. Untungnya ada beberapa teman yang bantu habiskan, hehehe.


Setelah makan besar di siang hari yang panas, enaknya minum es cendol yang segar-segar biar perasaan lebih bahagia lagi di akhir pekan, asyiik. Soal harga, Es Cendol Malaka seharga 30 ribu. Sangat pas dengan porsi yang diberikan. 


Mango Smoothies Jumbo 30K


Nah, ini minuman segar yang gak masuk akal menurut saya. Namanya Mango Smoothies Jumbo. Beberapa teman yang ikutan gabung yang pesan. Dan saat minuman ini datang dibawa oleh salah satu karyawan resto, mata langsung melek. Gila, warnanya yang sangat segar yaitu kuning mangga dan gelasnya besar sekali. Di atasnya diberi es cream mangga juga. Mantap sekali ini minuman. 


Buat pencinta minuman berbahan dasar buah, Es Mango Smoothies tentu menjadi salah satu pilihan yang sulit untuk dilewatkan. Perpaduan rasa manis dan sedikit asam khas buah mangga dengan tekstur lembut dan dingin membuat minuman ini cocok dinikmati kapan saja, terutama saat cuaca sedang panas.


Kali ini saya berkesempatan buat nyicip Es Mango Smoothies di salah satu teman. Teksturnya terlihat kental dengan sensasi smoothies yang berbeda dari jus buah biasa. Saat menyeruputnya, rasa buah mangganya sangat dominan dan terasa gak nanggung. Rasanya manis, asam, gurih dan teksturnya lebih kental.



Berbeda dengan minuman jus yang cenderung lebih encer, Mango Smoothies memiliki tekstur yang lebih padat dan lembut. Sensasi dinginnya juga terasa lebih maksimal sehingga sangat cocok dijadikan teman bersantai sambil menikmati berbagai menu yang disantap saat itu.


Jadi, Es Mango Smoothies merupakan pilihan minuman yang pas bagi pecinta buah mangga. Tekstur lembut, rasa manis asam yang menyegarkan dan sensasi dingin yang membuat hati bahagia. Mantan mah lewat kalau sudah minum es Mango Smoothies ini.


Seporsi Mango Smoothies Jumbo ini diberi harga 30 ribu. Menurut saya harganya cukup terjangkau dengan porsi yang jumbo bisa untuk dua sampai tiga orang. 


Gimana, kalian sudah datang makan ke AH PEK belum ?. Bagi saya dengan adanya resto ini, bisa menambah referensi buat kalian yang pengen makan di luar mencari menu-menu khas Melayu atau Nusantara atau mencari kopi dan teh tarik, bisa mampir di AH PEK Kopitiam. 


Sejauh ini, pelayanan di AH PEK Kopitiam sungguh sangat baik. Karyawannya murah senyum dan ramah. Pesanan gak ada yang salah dan terpenting pesanan kami cepat datangnya. Restonya juga bersih dan wangi. Makan sambil mendengarkan beberapa lagu instrument oriental sangat pas sekali. 


Jujur, saya pengen balik lagi buat nyobain menu kopinya dan teh tariknya yang belum sempat saya coba. Next Time, bakalan datang lagi kesini. Masih banyak menu-menu yang menarik buat dicoba. Sayangnya, saya punya perut hanya satu dan kapasitasnya terbatas. Kalau gak, sudah saya pesan semuanya, hehehe (sombong amat). 


Over all, saya senang dan teman-teman yang ikutan juga senang makan di AH PEK Kopitiam. Isi dompet saja yang hampir menangis tapi gak apa-apa. Uang bisa dicari, tapi moment berkumpul bareng keluarga dan teman seperjuangan itu sangat berharga bagi saya. Asyiik !.


Mungkin itu dulu review singkat dari saya dari AH PEK Kopitiam. Mungkin ada diantara kalian yang memiliki cerita atau pengalaman datang makan di AH PEK dimana saja, bisa berbagi komentar di kolom komentar ya !. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Sunday, 27 September 2026

Nongkrong Sambil Ngopi Pagi di Rota Kopi : Harat Coffee

 


Buat sebagian orang, upacara minum kopi pagi merupakan hal yang wajib, terutama bagi kaum laki-laki. Di Kota Mataram, sudah banyak kedai kopi yang buka mulai jam tujuh pagi. Kabar gembira buat saya pribadi karena sudah gak bingung kalau mau ngopi pagi di sela jam kantor. 

Biasanya kalau Hari Jumat, agendanya itu jalan pagi. Kebetulan gak jauh dari kantor ada beberapa coffee shop yang sudah punya pelanggan setia. Salah satunya yaitu Rota Kopi. Tempat ngopi satu ini bisa dibilang cukup terkenal di Kota Mataram. Gak pernah sepi oleh pengunjung baik kaum milenial maupun gen Z. 

Rota Kopi beralamatkan di Jalan Catur Warga no 8, Pejanggik, Kota Mataram. Tepatnya gak jauh dari kawasan perkantoran (Kantor Gubernur NTB, Bappeda NTB, RS Mata NTB). Dari kantor saja, saya cukup berjalan kaki kurang lebih lima menit hingga sampai di lokasi.

Sudah beberapa kali saya datang buat ngopi disini. Rasanya gak pernah bosan karena saya suka dengan menu-menu kopinya. Salah satunya itu Zeed Coffee yang pernah saya coba dan sempat saya buat reviewnya di blog. 

Alasan saya datang lagi kesini karena tertarik dengan salah satu menu kopi yang belum pernah saya coba yaitu Harat Coffee. Nama yang bagus yang berhasil buat saya penasaran. Lihat di media sosial,Harat Coffee memiliki campuran kopi susu dengan rum. 







Pagi itu, saya jalan pagi sendirian. Saat itu pengen sendirian saja. Memang sudah direncanakan setelah jalan pagi maunya mampir di Rota Kopi sambil mencari sarapan. Sekali-kali sarapan dengan menu yang gak seperti biasanya (nasi bungkus). 

Setelah muter-muter di kawasan Kantor Gubernur Prov. NTB dan melewati Jalan Pejangik dan berbelok ke arah Jalan Catur Warga yang dikenal dengan kawasan coffee shop, salah satunya Rota Kopi ini. 

Jam setengah delapan pagi, coffee shopnya sudah buka. Penampakan bangunan dengan desaign coffee shop modern. Area parkir gak begitu luas tapi masih aman buat motor dan mobil. 

Dari pintu gerbang, nampak bangunan utama bertuliskan Rota Kopi di bagian atas pintu. Sudah terlihat beberapa pengunjung yang sedang asyik menikmati kopi sambil menatap layar smartphone dan laptop. 

Ada beberapa ruang yang ada di coffee shop ini. Ada ruang indoor dan semi outdoor. Ada juga ruang meeting buat kalian yang ingin rapat atau sekedar berkumpul dengan banyak teman. 

Di dalam ruang indoornya cukup adem. Terdiri dari meja tempat memesan menu. Kursi empuk yang saling berhadapan dengan meja kecil. Sayangnya ruang indoornya cukup kecil. Berhubung masih pagi, saya rasa bersantai di semi outdoornya cukup asyik. 

Dibilang panas juga gak karena ada beberapa tanaman hias yang terasa rindang dan terlindung dari sinar matahari. Disini tempat duduknya cukup banyak. Terdiri dari kursi dan meja kayu. Di plafonnya ada kipas angin dan ada area tempat para ahli hisap untuk nongkrong. Tapi beruntungnya,pagi itu pengunjung gak ada yang ngerokok, jadinya nyaman buat duduk di luar.

Buat yang sedang buka laptop atau ingin ngecash gadget kalian, disini sudah disediakan juga tempat colokan di setiap mejanya. Wifinya juga cukup kencang. Bisa buat nonton youtube atau download film sampai puas. 

Fasilitas lainnya disini juga ada mushola dan toilet yang cukup bersih. Area taman dengan tanaman hias dan bebatuan membuat coffee shop ini semakin cantik dan nyaman. 









Untuk pesan menunya, kita bisa langsung ke meja pemesanan. Sistemnya pesan menu langsung bayar. Pelayanannya sejauh ini masih tetap sama yaitu cukup baik. Kita gak terlalu lama menunggu di meja pemesanan. Kita nya saja yang ditunggu lama karena masih baca-baca daftar menu dan bingung sendiri mau pesan apa. Pernah kejadian gak di diri kalian juga ? hehehe.

Saya pesan satu porsi Harat Coffee. Untuk packagingnya cukup menarik. Menggunakan botol kaca gelap ukuran 250 ml. Kemudian diberi cangkir gelas bening dan beberapa potong es batu.

Cara minumnya, Kopi Haratnya dituang ke dalam gelas bening yang berisi es batu, lalu dinikmati selagi dingin. Memang enak banget minum es kopi pagi-pagi, meskipun kebanyakan lebih senang minum kopi pagi itu dalam keadaan panas atau masih hangat.

Untuk rasa Harat Coffeenya cukup enak. Perpaduan kopi espresso ditambah dengan susu dan rum. Jadi saat dilidah, terasa aroma rumnya. Paling pas diminum pagi-pagi biar mata tambah melek untuk memulai berkegiatan pagi itu. Harganya cukup terjangkau yaitu 33K.  

Untuk snacknya, saya memesan Butter Cream Cheese yaitu roti sisir dengan butter dan cream cheese. Roti sisirnya lembut dan gak seret ditenggorokan. Rasa rotinya manis, apalagi ditambah dengan butter dan cream chesee. Ada rasa gurih dan kremi. Pas banget untuk menemani ngopi pagi, temannya ya sama roti. Untuk harga cukup terjangkau yaitu 20K.



Kebetulan sedang nongki disini, penasaran juga ingin mencoba mencicipi Kentang Perancis alias kentang goreng. Selain itu saya memesan Sate Taichan ala Rota dimana sate dengan daging ayam bakar yang disajikan dengan sambal dan totole. 

Untuk Sate Taichannya sangat enak terdiri dari sepuluh tusuk sate Taichan. Dicocol dengen sambal bawang dan ditambahkan perasaan jeruk nipis dan garam. Enak banget dimakan pakai nasi putih juga.Untuk porsinya sudah cukup buat saya sendiri. Harganya 28K. Sangat terjangkau untuk sekelas coffee shop.

Sebagai ganti nasi putih, ada kentang goreng sebagai karbohidratnya. Untuk porsi kentang gorengnya cukup mengenyangkan. Ada rasa bumbu rempah di kentang gorengnya, jadinya gak terasa hambar. Harganya bisa dibilang cukup mahal 20K,  dibandingkan dengan kentang goreng yang pernah saya coba di cafe lainnya.Tapi kembali lagi, ada harga ada rasa. 

Gimana menarik bukan ?

Buat kalian yang sedang mencari tempang nongkrong sambil mencari sarapan,makan siang atau makan malam, bisa mampir di Rota Kopi yang ada di jalan Catur Warga no.8,Pejanggik Kota Mataram (gak ngendorse). Ohya, Rota Kopi sudah buka cabang di daerah Selaparang yaitu di Jalan Adisucipto, Rembiga. Namanya Rota Kopi 1969. Kapan-kapan kita coba ngopi disana sambil mereview tempat dan menu-menunya.

Mungkin itu dulu review singkat yang bisa saya bagi kepada teman-teman pembaca setia Lazwardy Journal. Kalau ada yang punya pengalaman pernah ngopi di Rota Kopi, bisa berbagi cerita di kolom komentar ya. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 5 September 2026

Kencan di Atas Bendungan Meninting : Angkringan Dara


Dari judulnya saja agak geli-geli gimana gitu. Tapi beneran ceritanya ini saya dan istri tumben motoran berdua tanpa anak-anak karena mereka sedang sekolah. Sebenarnya ini ide dadakan yang direncakan malam sebelum tidur. Kebetulan hari Sabtu, saya libur kerja dan giliran nganter anak-anak sekolah. Biasanya habis anter anak sekolah, balik ke rumah bantuin istri ngurusin rumah. 


Tapi kali ini sepertinya lagi pengen ngajakin istri motoran ke tempat yang viewnya cakep. Banyak pilihan, tapi setelah diskusi sama si doi, akhirnya kami memilih untuk motoran ke salah satu tempat nongkrong baru yang ada di Lombok Barat. 


Jaraknya lumayan jauh dari rumah. Sekitar tiga puluh menit berkendara. Lokasinya ada di kawasan Bendungan Meninting. Berhubung waktu sangat terbatas, setelah nganter anak-anak sekolah, saya dan istri lanjut ke lokasi. 


Pas banget, cuaca lagi bersahabat dengan kami berdua. Setelah melewati padatnya arus lalu lintas Kota Mataram pagi itu, kami melalui jalur pedesaan yang cukup asri. Dari jalan besar, kami menyusuri jalan perkampungan yang masih padat karena kesibukan warga kampung pagi itu. Melewati pasar, sekolah dan tibalah kami di jalur persawahan dan perbukitan. Saya kurang tau nama bukitnya apa. Lebih jelasnya, nanti saya cantumkan di maps menuju lokasi tujuan kami. 





Udara pagi perbukitan yang sangat sejuk menyambut kami di sepanjang perjalanan. Jalanan yang berliku dengan aspal yang mulus. Gak begitu lebar tapi masih bisa antar mobil berpapasan. Saran saja, kalau mau motoran kesini, kondisi kendaraan harus  dalam keadaan baik karena jalanan sempit dan menanjak. Sempat kepikiran, pas perginya menanjak gini kebayang pas baliknya bakalan berhadapan sama jalur menurun yang cukup ekstrim. 


Kurang lebih lima ratus meter sebelum lokasi tujuan, ada pertigaan jalan dimana kalau belok kiri itu merupakan jalur menuju Bendungan Meninting dari pintu timur. Tapi karena sudah laper banget, kami mencari sarapan dulu. Mungkin nanti kalau masih ada waktu, kami bakalan ke kawasan bendungan. 


Singkat cerita, kami sudah sampai di lokasi. Namanya Angkringan Dara. Lokasinya di Dusun Murpeji, Desa Dasan Geria, Lingsar, Lombok Barat. Tepatnya satu jalur menuju Wisata Kampung Lebah Murpeji. 


Tempatnya cukup sederhana, tapi view dari tempat nongkrong ini cakep banget. Dari sini, kita bisa melihat Bendungan Meninting dari atas dengan latar belakang perbukitan hijau yang asri. 


Gak hanya view bendungan saja. Dari sini kita bisa melihat view Kota Mataram, Islamic Center Lombok, Masjid Hubbul Wathan dan gedung lainnya. Pasti kalau malam cakep banget bisa melihat jutaan lampu-lampu perkotaan. 


Dari informasi beberapa teman dan foto orang-orang di sosial media yang sudah datang kesini, saya pun jadi tertarik buat nyobain nongkrong disini sambil ngopi. Di lokasi yang sama, ada beberapa angkringan juga yang menjual view yang sama. Tapi saya pilih Angkringan Dara karena tempatnya cukup luas.


Setelah memarkirkan motor di area parkir yang berada di seberang angkringan, kami berjalan menuju area dalam angkringan. Suasana pagi itu masih belum ada pengunjung. Beberapa karyawan masih menata kursi dan meja. Ada juga yang sedang menyapu halaman. Sempat ragu, ini tempatnya sudah buka apa belum. 







Kami masuk saja dan pas bertanya ke mbaknya yang jaga, ternyata tempatnya sudah buka. Dari penampakan, beneran seperti tempat angkringan mahasiswa jaman saya kuliah dulu. Ada meja panjang dan kursi kayu. Atapnya dari bahan spandek sehingga gak panas. 


Meskipun sederhana, tapi viewnya sangat mewah. Meja kursinya terbagi beberapa tempat. Gak ada indoor, semuanya outdoor karena udara disini sudah sangat sejuk. Angin perbukitan yang sepoi-sepoi. Suara kicauan burung-burung menyapa kami. Deretan pepohonan yang rindang dan sapaan warga desa yang sedang melintas. 


Ada untungnya kami datang kepagian. Jadinya masih bisa bebas pilih tempat duduk. Selain ada meja kursi, angkringan ini juga memiliki beberapa berugaq (gazebo) yang berada di pinggir tebing dan langsung menghadap ke bendungan. Saya dan istri lebih memilih bersantai di berugaq yang ukurannya bisa untuk empat orang dewasa. 


Datang ke tempat secakep ini, sayang sekali gak ambil beberapa foto. Spot foto disini lumayan cakep. Kita bisa fotoan ala-ala anak muda atau prewed gitu. Fotoan berdua kayaknya lebih romantis kali ya, hehehe. 






Bendungan Meninting menjadi magnet bagi warga lokal maupun pendatang. Bendungan ini dibangun sekitar tahun 2019 sampai 2025 sekaligus diresmikan dan dibuka untuk umum. Bendungan ini berada di ketinggian sehingga pengunjung bisa melihat view Kota Mataram dari atas. Kapan-kapan kita review bendungan ini ya. 


Kembali ke laptop !. 


Kami memesan beberapa menu sarapan yang wajib dicoba. Ada nasi goreng ayam pakai telur, kebab, pisang cokelat, susu jahe dan es matcha. Pengennya sih pesen banyak tapi kembali lagi, kita pakai prinsip jalan-jalan hemat. 


Sambil menunggu pesanan datang, kami mengexplore tempat ini. Dari fasilitas umum yang ada seperti mushola, toilet, area parkir kendaraan, tempat duduk yang berada di pinggiran tebing. Tanaman hias dan pepohonan hijau yang rindang di halaman samping bangunan utama. Semuanya ada disini, bersih dan terawat. 


Mbak karyawannya juga ramah-ramah. Tapi pagi itu hanya ada dua orang saja. Satunya melayani pengunjung, satunya bersih-bersih area angkringan. 


Yang saya suka dari tempat ini yaitu gak kotor dan areanya tertata rapi. Sampah-sampah dibuang pada tempatnya. Berhubung angkringan ini berada di pinggir tebing, saya coba cek ke bawah tebingnya. Ternyata bebas dari sampah. Biasanya ada saja penjual atau pengunjung usil buang sampah ke bawah tebing seperti tempat lain. Gak boleh ditiru  !.


Pelayanan disini cukup cepat. Gak menunggu lama, pesanan kami sudah datang. Ada nasi goreng ayam dan telur. Mau dimanapun, paling suka menu sarapan nasi goreng meskipun menginap di hotel bintang lima, pasti nyarinya nasi goreng. Kalau gak gitu ya nasi bungkus, hehe. 







Nasi gorengnya cukup enak. Gak pelit bumbu dan pedasnya pas di mulut. Potongan ayamnya juga banyak. Ditambah toping telur mata sapi yang gurih. Ada sayurannya dan porsinya banyak. Dimakan bersama dengan kerupuk, maknyus. Harganya cukup murah yaitu 15 ribu saja. 


Ada juga kebab pesanan istri. Isian kebabnya sama seperti kebab pada umumnya. Ada telur dadar, potongan tomat, timun, sayuran dan diberi saus mayo atau sambel. Ukuran roti kebabnya juga besar dan dihidangkan hangat-hangat. Harganya hanya 8 ribu saja. 


Untuk snacknya, kami pesan pisang cokelat. Sangat gurih dan renyah di mulut. Ada rasa manis dari pisang dan cokelatnya. Porsinya juga cukup banyak. Pas banget dinikmati bersama minuman hangat. Harganya cukup murah yaitu 10 ribu. 


Kalau minumnya, kali ini saya gak pesan kopi. Lagi pengen minum yang hangat di tenggorokan karena udara disini cukup sejuk. Susu Jahe hangat pas banget. Sudah lama juga gak minum susu jahe. Pas diminum, enak banget di tenggorokan. Susunya juga gurih dan saya menikmatinya. Harganya 5 ribu kita sudah dapat menikmati secangkir susu jahe (sachetan). 


Es Matcha yang dipesan sama istri juga seger di tenggorokan. Es batunya gak begitu banyak juga jadinya rasa matchanya masih kuat. Saya sih gak begitu suka minum matcha, tapi pas cobain eh ternyata enak juga ya. Btw, ini matcha sachetan apa gak ya ? Hehehe. 


Harga makanan minuman disini gimana ?. Kalau saya disini harganya sangat murah. Rata-rata harganya dari 5 ribu hingga 35 ribu. Untuk tempat secakep ini, kalau bayangan saya pastinya harganya lumayan mahal karena yang dijual view. Tapi gak berlaku di Angkringan Dara ini. Semoga saja tetap pasang harga kaki lima tapi rasa bintang lima. 



Sambil menunggu anak-anak pulang sekolah, saya dan istri menikmati sarapan disini sambil ngobrol ngalor ngidul. Sudah lama juga gak kencan berdua. Biasanya pergi makan berempat sama anak-anak. Sekalinya kencan lagi, di angkringan ini sambil melihat view cakep dari atas Bendungan Meninting. Mengulang kembali masa pacaran dulu, hehehe. 


Untuk jam bukanya setiap hari dari jam enam pagi hingga malam hari. Pas banget datang kesini saat sore untung melihat sunset bareng teman, gebetan atau keluarga di rumah. Buat meeting juga cocok, mau ngerjain tugas sekolah, kuliah atau mencari inspirasi buat bahan tulisan juga cocok disini. 


Rute menuju tempat ini gak begitu susah. Kalian tinggal ketik Angkringan Dara di maps, ikuti saja apa kata mbak google mapsnya. Jangan lupa ketik alamat yang lengkap ya. Jangan sampai salah alamat  !. 


Penulis : Laswardy Perdana Putra