Wednesday, 2 April 2025

Terjebak Macet di Malam Takbiran : Kota Tua Ampenan


Bulan Ramadhan sudah meninggalkan kita. Semoga tahun depan kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang penuh dengan ampunan dalam pribadi yang lebih baik lagi. 

Selama sebulan penuh kita berpuasa. Menahan diri dari makan minum dan hawa nafsu dari adzan subuh hingga terbenamnya matahari. Kini saatnya kita merayakan kemenangan yaitu menyambut datangnya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H yang bertepatan dengan tanggal 31 Maret 2025. 

Gema takbir sudah terdengar. Malam yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim seluruh dunia. Malam yang penuh suka cita. 

Seluruh warga beranjak keluar rumah untuk menikmati moment yang hanya ada satu kali dalam setahun. 

Kota Mataram diguyur hujan dari sore hingga larut malam. Hujan di malam takbir turun dengan syahdunya. Suara petasan pun terdengar silih berganti menambah kemeriahan malam itu.

Tahun ini pawai takbiran di Kota Mataram terbagi menjadi enam wilayah, antara lain Kecamatan Mataram, Ampenan, Cakranegara, Selaparang, Sandubaya dan Sukarbela. Masing-masing wilayah sudah ditentukan jalur pawai takbirannya. 

Gak hanya di Kota Mataram saja tapi di berbagai kabupaten/kota juga menyelenggarakan pawai takbiran. 

Para kafilah yang sebagian besar para anak muda, sudah siap dengan pakaian terbaik mereka. Mengatur barisan dengan rapi. Ada juga yang sudah gak sabar ingin memukul beduk. Melantunkan gema takbir yang sudah sering kita dengar.

"Allahu Akbar 3x"
"Lailahailallah wallahu Akbar"
"Allahu Akbar Walillailham"




Ribuan warga kota sudah menunggu di pinggir jalan untuk menonton jalannya pawai takbir yang jadwalnya akan dimulai sehabis shalat isya yaitu pukul 19.30 WITA.

Meskipun cuaca lagi kurang bersahabat, para peserta pawai takbiran tetap semangat mengikuti jalannya acara hingga selesai. Beberapa miniatur masjid sudah berjejer di sepanjang jalan. Lebih dari ribuan kafilah dari berbagai kampung, kelurahan sampai kecamatan tumpah ruah di jalan.

Gak hanya para kafilah saja, tapi ribuan penonton juga sangat antusias untuk menonton jalannya pawai takbiran. 

Ada yang membawa anak kecil meskipun hujan turun cukup lebat. Ada juga yang nonton sendirian alias ngejomblo. Berharap di malam itu bertemu dengan sosok bidadari atau pangeran tampan yang bisa jatuh ke dalam pelukan si doi (ngomong apaan sih). 

Malam yang penuh dengan suka cita. Saya malam itu ingin mengajak anak-anak untuk menonton jalannya pawai. Kebetulan di depan perumahan merupakan titik kumpul para peserta. Tapi kondisi saat itu masih hujan. 

Kebetulan malam itu saya dimintain tolong oleh istri untuk mengantarkan bingkisan ke rumah orang tua di Ampenan. 

Sekitar jam sepuluh malam saya berangkat dari rumah. Kurang lebih lima belas menit perjalanan ke Ampenan. 

Menghindari titik-titik kemacetan, tapi nasib berkata lain. Mulai dari sepanjang jalan menuju perbatasan kota, saya bertemu dengan barisan pawai takbiran. Disini gak terlalu macet karena gak terlalu ramai kendaraan yang lewat sini. 




Kemacetan selanjutnya saat bertemu dengan barisan pawai takbiran dari kelurahan lainnya yang melewati sepanjang Jalan Sriwijaya. Disini yang benar-benar macet parah. 

Karena macet, akhirnya saya putuskan untuk menonton sebentar. Mengambil beberapa foto tapi harap dimaklumi karena hanya kualitas kamera smartphone Oppo A54 saja. 

Ikut gabung dalam kemeriahan takbiran malam itu meskipun hanya sebagai penonton dadakan saja. Hahahaha. Sayang sekali gak ajak anak-anak. Kalau mereka ikut, pasti senang sekali. 

Miniatur masjid dengan hiasan lampu warna-warni, lampion-lampion mini bertuliskan "Allahu Akbar" dan "Muhammad" dalam bahasa Al-Quran yang dibawa oleh ratusan kafilah berbaris rapi berjalan menuju jalur yang sudah ditentukan oleh panitia. 



Diiringi oleh gema takbir dan suara petasan menambah suasana menjadi meriah. Udara malam di tengah kota pun membuat suasana menjadi syahdu. 

Para pedagang kaki lima pun ikut ketiban rezeki. Dari jualan minuman dingin, cilok, bakso, kopi dan cemilan lainnya. Gak hanya itu saja, penjual balon, mainan dan kembang api pun ikut mendapat rezeki. 

Itulah indahnya Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Semuanya mendapatkan rezeki. Berapapun yang didapat, harus selalu disyukuri. 

Setelah nonton pawai takbiran di sekitar jalan Sriwijaya, saya lanjutkan perjalanan menuju rumah orang tua dalam keadaan lumayan macet. 



Penuh kesabaran, akhirnya bisa keluar dari kemacetan dan segera menuju rumah. Nasib berkata lain. Di sekitar Kota Tua Ampenan dapat macet lagi. Padahal ini jalan satu-satunya menuju rumah. 

Mau lewat jalan lain sudah gak bisa puter balik. Yasudah, kita nikmatin macetnya dulu. Malam semakin larut, tapi acara pawai takbiran semakin meriah. 

Para petugas keamanan diantaranya ada polisi yang masih mengatur arus lalu lintas hingga selesai acara. 

Sepanjang jalan Yos Sudarso, depan Lapangan Malomba, Ampenan merupakan pusat titik kemacetan. Ada pengalihan arus lalu lintas disini yaitu tadinya dua jalur menjadi satu jalur. Itupun digunakan untuk area parkir kendaraan bagi yang menonton.

Pawai takbiran di Ampenan dimulai dari perlimaan Kota Tua Ampenan hingga jalan Langko. Selain menonton takbiran, kita juga bisa berwisata malam di Kota Tua Ampenan.  Dimana Kota Tua Ampenan merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok.

Meskipun sempat terjebak macet, tapi saya senang bisa menonton pawai takbiran dalam kondisi gerimis yang menambah suasana menjadi syahdu. 

Kegiatan pawai takbiran di Kota Tua Ampenan khususnya berjalan dengan lancar dan tertib. Terimakasi kepada para petugas keamanan yang sudah bertugas di malam itu. 

Acara pawai takbiran selesai sekitar pukul 00.00 WITA, dan saatnya kita beranjak pulang untuk beristirahat agar esok paginya gak terlambat melaksanakan shalat eid. 

Minal Aidin Walfaidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Happy Eid Mubarak Idul Fitri 1446 H

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Thursday, 27 March 2025

Keseruan Acara BloggerDay 2025 : Dapat Ilmu dan Hadiahnya


Memiliki background sebagai tenaga kesehatan yang bertugas di salah satu rumah sakit pemerintah daerah di kampung halaman, sering kali di luar jam kerja saya menyempatkan diri untuk refreshing biar gak stress. 

Refreshingnya apa ?, salah satunya yaitu menyalurkan hobi menulis. Cerita yang menarik buat ditulis yaitu pengalaman diri sendiri. Selain bercerita, saya juga suka dengan dunia traveling meskipun mainnya di dalam negeri dulu. Belum ada rezeki buat main ke luar negeri, hehehe. 

Bakat terpendam suka menulis saya sadari sejak masih status mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Merantau jauh ke Yogya untuk sekolah selama enam tahun lamanya. Banyak cerita yang saya dapatkan hingga akhirnya balik ke kampung halaman membawa selembar ijasah kebanggaan orang tua. 

Berawal dari suka membaca dan nonton film. Hingga akhirnya saya mencoba untuk menulis cerita pengalaman diri sendiri sampai detik ini. Dari menulis di buku diary yang gak tau keberadaannya dimana skrg, sampai menulis di media sosial. Itupun menulis status alay gitu (pas masih jadi mahasiswa). 

Gak sampai menulis status di media sosial saja, saya mencoba menulis cerita sejak mengenal platform "blogger". Biasanya menulis cerita di dalam word saja. Tapi semenjak menulis di blog, tulisan saya bisa dibaca orang banyak dari berbagai belahan kampung sampai dunia. 

Awal pertama kali menulis di blog, ada rasa ragu dan malu sama tulisan diri sendiri. Beberapa kali kalau mengulang membaca tulisan pertama kalinya di blog, agak geli-geli gimana gitu. Banyak kata-kata yang gak sesuai tempatnya dan terkesan monoton.

Seiring berjalannya waktu, semangat menulis tetap gak surut. Sampai saya pun membagi waktu untuk menulis yaitu di akhir pekan dimana waktu saya libur kerja.

Gak hanya menulis cerita traveling saja. Tapi saya pun mencoba mereview tempat makan atau cafe yang pernah saya datangi sebagai rekomendasi buat orang lain untuk datang ke tempat tersebut. 

Ada yang ngendorse, ada juga dengan biaya sendiri. Kebanyakan atas biaya sendiri. Mau ngopi, bayar sendiri. Pernah juga modus ngajakin temen buat ngopi, ujung-ujungnya dibayarin,hehehe. 

Gak terasa, sudah sepuluh tahun lamanya saya berada di dunia perblogkan. Gak ada rasa bosan untuk menulis. Bahkan kalau gak menulis di blog setiap minggunya, rasanya ada yang kurang. Ibarat makan sayur tanpa nasi, ayam goreng dan sambal terasi. 

Tantangan menjadi blogger yang pernah saya alami yaitu gak langsung apa yang ditulis, disukai orang. Bahkan untuk mengejar target page view saja harus kerja keras men-share link blog ke akun media sosial pribadi.

Ada juga beberapa kritikan mengenai apa yang sudah ditulis. Tapi semuanya saya jadikan pelajaran untuk lebih baik lagi.

Kesan terindah yang pernah saya dapatkan sebagai seorang blogger yaitu karena blog saya banyak bertemu dengan para blogger lainnya. Ada yang sudah senior, ada juga yang pemula. Selanjutnya, di beberapa kesempatan, saya pernah mengikuti lomba blog dan beberapa kali juga pernah keluar menjadi juara. 

Yang paling spesial menjadi seorang blogger, saya akhirnya bertemu dengan istri tercinta. Ceritanya saat itu menang lomba blog dan ditawari ikut gabung dalam sebuah komunitas pariwisata di daerah asal saya. Disanalah saya pertama kali mengenal istri dan sampai sekarang kami sudah dikaruniai dua anak yang lucu-lucu. 

Kalau boleh jujur, ingin menjadi seorang blogger itu agar bisa dikenal banyak orang melalui tulisan-tulisan diri sendiri. Merasa bangga ketika ada orang yang suka dengan cerita yang kita tulis dan menjadi pembaca setia. Terlebih lagi bisa menjadi teman baik.

Untuk urusan penghasilan menurut saya akan berjalan dengan sendirinya. Seperti ungkapan, "Usaha gak akan mengkhianati hasil". Jadi, berharap dari blog bisa mendapatkan apa yang kita mau terlebih lagi mendapatkan materi sebagai penyemangat untuk terus menulis. 

Selain gak ketinggalan mengikuti beberapa kompetisi blog, sudah lumayan banyak tawaran untuk ikutan gabung di salah satu event komunitas dimana diantaranya tugasnya mereview jalannya acara di blog sesuai aturan yang diberikan. 

Ada juga ikutan bantu bisnis travel temen dengan membantu mempromosikan bisnisnya melalui media sosial terutama dari blog hingga sekarang.

Btw, tinggal di Pulau Lombok menjadi keuntungan buat diri saya pribadi. Banyak hal yang bisa diexplore. Dari destinasi wisata alamnya, religinya, kulinernya sampai budayanya bisa menjadi ratusan tulisan yang bisa diceritakan ke banyak orang melalui blog.

Kurang lebih sudah lima ratusan tulisan yang sudah saya posting di blog pribadi. Sebagian besar mengangkat wisata Pulau Lombok untuk lebih dikenal oleh dunia agar mereka dengan senang hati berlibur atau berbisnis di pulau yang terkenal dengan sebutan "Pulau Seribu Masjid". Gak hanya Lombok saja,  perjalanan ke beberapa kota di Indonesia pun saya tulis di blog. 

Gak sampai di dunia penulisan saja. Saya pun ingin mengembangkan lagi potensi diri agar gak kalah saing dengan content creator lainnya. Apalagi sekarang media promosi sudah beralih ke dunia videograpi. Sudah banyak para blogger yang banting setir menjadi seorang vlogger atau youtuber. Gak ada yang salah memang. Sah-sah saja mereka mau jadi apa.

Saya saja pengen belajar dunia tersebut untuk mengembangkan karir sebagai seorang blogger. Meskipun menulis blog adalah sudah rutinitas saya sehari-hari. Saya pun ikutan gabung di beberapa grup whatsapp blogger dan banyak mendapatkan ilmu-ilmu di dunia perblogkan. 

Hingga pada akhirnya saya menemukan salah satu Komunitas Blogger Indonesia sebagai wadah untuk belajar menjadi seorang blogger yang lebih baik lagi. Mendapatkan banyak ilmu karena di dalamnya banyak sekali para suhu yang sudah lama berkecimpung di dunia perblogkan. Komunitas blogger yang saya maksud yaitu Bloggercrony. 


Apa itu Bloggercrony ?

Bloggercrony Community (BCC) merupakan komunitas blogger Indonesia, multiplatform yang terbentuk pada tanggal 24 Februari 2015 berpusat di Jakarta Selatan dengan jumlah anggota terdaftar lebih dari 2.500 dari berbagai kota di Indonesia dan lebih dari 500 blogger aktif berkomunikasi secara online melalui grup percakapan. 

Komunitas blogger terbesar di Indonesia ini sudah berbadan hukum dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nama Komunitas Bloggercrony Indonesia sejak tahun 2018. Ada beberapa program yang ada di dalam Bloggercrony sebagai bentuk merespon dinamika, perkembangan blogging dan pertumbuhan blogger sebagai fasilitator literasi digital antara lain BloggerView, BloggerHangout, BloggerCare dan BloggerPreneur. 

Oh ya, saya menjadi anggota komunitas blogger ini terhitung belum cukup lama. Kalau gak salah satu dua tahun belakangan ini saya selalu aktif menshare link tulisan di beranda grup facebook. Bisa dibilang hampir tiap minggu update tulisan. 


Saung Kampung Sawah, Parung, Bogor,
Jawab Barat
sumber : Horego.com

Sabtu, 22 Februari 2025 bertempat di Bogor,Prov.Jawa Barat, Bloggercrony mengadakan event tahunan BloggerDay 2025 sekaligus HUT Bloggercrony yang ke-10.

Sudah sepuluh tahun komunitas ini mengadakan kegiatan BloggerDay, ini pertama kalinya saya bisa mengikuti kegiatan yang diagendakan setiap tahun. Sebelumnya kegiatan ini diadakan secara offline dan bertempat di Pulau Jawa. Seperti saya yang tinggal jauh dari Pulau Jawa, sangat kecil kemungkinan ikut gabung bila dilakukan secara offline. Alasannya, sulit ijin kerjanya, lebih-lebih sulit di isi dompetnya, hehehe. 

Spesial di tahun ini Bloggercrony untuk pertama kalinya mengadakan kegiatan tahunan secara hybrid  dengan jumlah peserta offline sebanyak 38 orang dan online sebanyak 70 orang dari berbagai kota di Indonesia antara lain Palembang, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Kediri, Lombok dan Manado. 

Kegiatan ini juga merupakan #LastAnnualBloggerDay atau terakhir kalinya perayaan hari jadi organisasi berlangsung tahunan. Selanjutnya akan diagendakan setiap tiga tahun sekali sesuai masa periode kepengurusan organisasi. Jadi, BloggerDay berikutnya akan diselenggarakan pada tahun 2028 dengan konsep yang sama yaitu kegiatan di kota berbeda dari sebelumnya. 

Bagi kita-kita yang tinggal jauh dari Kota Jakarta dan sekitarnya, sangat bahagia sekali bisa ikutan via zoom meskipun sebenarnya pengen sekali terbang dari Lombok. Tapi waktu dan rezeki belum mengijinkan. Semoga di BloggerDay tahun berikutnya bisa ikutan secara offline. (colek panitia satu per satu, hehehe).

Acara pembukaan dimulai pukul 13.00 WIB. Kalau di Lombok sudah pukul 14.00 WITA (jam-jam ngantuk). Lebih cepat satu jam dengan Bogor, Jawa Barat. Saya pun sudah siap di depan layar laptop lima belas menit sebelum acara dimulai. 

Dengan mengangkat tema Meneguhkan AKAR (Aktif, Kreatif, Adaptif, dan Relevan), Mengukir Jejak Digital. Dimana seiring berjalannya waktu dan dunia digital terus berkembang, blogger diharapkan selalu berakar pada kejujuran, integritas, dan keinginan untuk berbagi tulisan yang menarik sesuai dengan keahlian masing-masing dan sesuai dengan fakta atau dari sumber terpercaya. 




Acara hari itu dipandu oleh host bernama Kak Febria Silaen. Acara pembukaan dirangkai sambutan dari Ketua Panitia BloggerDay 2025 dan Direktur Eksekutif Komunitas Bloggercrony Indonesia serta welcome speech dari Ade Subagyo, Ketua Yayasan Indah Berbagi (YIB). 

Yayasan Indah Berbagi adalah Lembaga non profit yang mempunyai misi menjadi yayasan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Yayasan Indah Berbagi bertujuan melahirkan ekosistem yang memberdayakan masyarakat pedesaan melalui program-program di bidang keagamaan, ekonomi, sosial dan budaya, pendidikan, dan lingkungan. 

Yayasan Indah Berbagi sebagai Yayasan Sosial di Kabupaten Bogor , Kecamatan Parung, mempunyai beberapa unit usaha ekonomi mandiri yang semuanya dikelola oleh relawan dan sebagian keuntungan usaha ini untuk mendukung kegiatan sosial yayasan. 

Unit usaha ekonomi mandiri yang mendukung kegiatan BloggerDay 2025 adalah Saung Kampung Sawah dan Warkop Boy. Selain menyediakan berbagai menu makanan dan minuman, Saung Kampung Sawah juga, menyediakan fasilitas menginap dan meeting room, baik yang bernuansa pedesaan ataupun ruangan berpendingin dengan fasilitas meeting room pada umumnya. 

Termasuk tempat kegiatan BloggerDay 2025 saat ini di Saung Kampung Sawah. Bertempat di ruang meeting room, seluruh peserta baik offline dan online sudah gak sabar mengikuti dari awal acara sampai selesai. 

Acara siang itu berjalan selama empat jam dengan sangat meriah. Semakin meriah lagi disaat panitia menginfokan beberapa hadiah yang sangat menarik. Dimana hadiah-hadiah tersebut berasal dari 
BloggerPreneur.

BloggerPreneur pendukung hadiah acara BloggerDay 2025 diantaranya, Zindo Mart Toko aneka kurma, madu, dan oleh-oleh haji & umroh, Bukufaridapane koleksi novel berbagai genre, spray deodoran tawas kalium Milla Vanilla Hand Made Product, produk dekorasi dinding, tote bag, tumbler, gelas, dan pernak-pernik menarik dari Kamiya Project. 



Nah yang membuat saya kaget, ternyata panitia mengumumkan informasi penting,  dimana saya sendiri memenangkan penghargaan Most Wanted Blogg Award 2025. Ini merupakan sebuah penghargaan utama dalam rangkaian acara BloggerDay. Terimakasi untuk panitia penyelenggara, khusus untuk istri tercinta dan semua pihak yang selama ini mendukung blog saya sampai saat ini. 

Setelah selesai kegiatan, bagi peserta offline masih melanjutkan kegiatan di malam hari antara lain konseling graphology, coaching canva, mentoring bersama Youth Skills Foundation bertempat di Saung Kampung Sawah. 

Gak hanya sampai larut malam, kegiatan dilanjutkan di hari kedua dengan berbagai macam kegiatan lainnya. Pastinya lebih seru. Lagi-lagi sayang banget gak bisa ikutan gabung secara offline. 

Semoga di BloggerDay 2028, kegiatan bisa dilaksanakan secara hybrid lagi dan saya bisa ikutan secara offline di kota berikutnya. Dimanakah kota selanjutnya ?. Ditunggu saja di tahun 2028 ya. 




Kesimpulan : 

Tantangan sebagai penulis blog akhir-akhir di saat ini cukup besar. Apalagi jaman sekarang yang namanya budaya membaca seakan-akan sudah tergerus oleh kecanggihan teknologi. 

Anak jaman sekarang lebih baik menonton video tiktok/youtube atau main game di gadget mereka masing-masing dibandingkan dengan membaca artikel atau blog.  

Seakan-akan dunia blogging perlahan-lahan semakin ditinggalkan. Ini tugas kita sebagai para penulis baik media cetak, website atau blog bagaimana caranya agar budaya membaca muncuk lagi. Menemukan ide-ide tulisan yang menarik buat dibaca.

Perlu adanya solusi yang jitu bagaimana kita sebagai blogger, gak hanya menyampaikan informasi atau cerita melalui tulisan saja. Tapi bisa melalui video dengan caption yang informatif, kreatif dan menarik. 

Mengikuti kegiatan BloggerDay 2025 yang diadakan oleh Komunitas Bloggercrony Indonesia buat saya sangat menyenangkan. Mengikuti secara online saya rasa belum cukup puas. Apalagi terkendala dengan urusan kerjaan dadakan dari kantor yang mengharuskan saya untuk keluar sejenak dari ruang zoom. 

Saat diinfokan oleh salah satu panitia acara, bahwa saya memenangkan MWBA 2025, rasanya gak percaya dan sangat bangga sekali bisa meraih penghargaan tersebut di tahun ini. Sayang sekali saat itu saya lagi melakukan pekerjaan lainnya, jadinya belum bisa menyampaikan sepatah dua patah kata di ruang zoom. 

Meskipun secara pribadi ingin ikutan kegiatan ini secara offline biar bisa mengenal lebih dekat dengan pengurus Komunitas Bloggercrony Indonesia dan peserta BloggerDay. Tapi tetap disyukuri bisa ikutan secara online. 

Terpenting tali silaturahmi tetap terjaga. Mendapatkan ilmu tentang dunia blogging dan ilmu digital lainnya. Bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang. Memiliki satu semangat dalam dunia penulisan. 

Bagi saya kegiatan seperti ini harus tetap diadakan sebagai wadah bagi para blogger dimana saja berada untuk saling sharing dan belajar menjadi seorang blogger yang memiliki attitude yang lebih baik lagi dan berprestasi. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 15 March 2025

Buka Puasa Bersama (Bukber) di Karambia Resto Sambil Menikmati Suasana Persawahan


Di minggu kedua Bulan Ramadhan, biasanya sudah banyak undangan bukber alias buka bersama dari keluarga, sahabat maupun teman kantor. Awalnya saya sama istri sudah berniat di tahun ini gak mengagendakan buat bukber di luar. Tapi hal itu gak bisa dihindari. Mau gak mau, suka gak suka, pastinya akan bertemu dengan bukber di luar (godaan besar). 

Kali ini saya menerima ajakan teman-teman kantor yang isinya semuanya bapak-bapak. Mereka menyebut dengan sebutan Bapak-Bapak Soleh (BBS). Saya disini adalah bintang tamu yang tumben banget ngumpul bareng mereka. 

Katanya sih susah masuk geng mereka. Ada persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya ada bekas cambukan istri di punggung, hahaha. Ada-ada saja syaratnya. Tapi terlepas itu, mereka semuanya asyik dan saya pun bisa berbaur dengan mereka meskipun obrolannya kesana kemari. 

Begitu diajakin bukber di luar. Sinyal blogger saya pun kembali kencang. Kalau diajakin bukber di tempat makan yang belum pernah didatangi sebelumnya, gak mikir dua kali untuk mengiyakan.




Kebetulan juga tempat bukbernya cukup menarik buat direview. Pilihan bukber kali ini yaitu di salah satu lesehan yang cukup asri bernama Karambia Resto. Lokasinya di Jalan Ahmad Yani, Sayang-Sayang, Kota Mataram. Tepatnya berada di sebelah timurnya Green Asri Resto dan Ayam Taliwang Nada. Lebih jelasnya bisa kalian lihat di google maps. 

Dulunya lesehan ini bernama Lesehan Warisan. Sudah sempat saya tulis pengalaman makan disini di blog pribadi. Sekitar pertengahan tahun 2024, lesehan ini berganti nama menjadi Karambia Resto dengan suasana baru dari sebelumnya. 

Baca juga disini : rekomendasi travel di lombok

H-4 kami sudah booking tempat dan menu agar gak kehabisan tempat. Maklum saja, fenomena bukber di luar saat ini sedang menjamur. So, dimana-mana semua tempat bakalan ramai oleh para pemburu bukber. Bahkan baru minggu pertama Bulan Ramadhan saja, sudah ada resto atau lesehan yang sold out. Luar biasa bukan !.

Btw, syukurnya kami dapat tempat duduk. Apalagi tempat duduknya cukup instagrammable yaitu di pondokan/lesehan putih. Pondokannya bisa memuat untuk sepuluh sampai lima belas orang dewasa. Jadi gak sabaran pengen cepat-cepat datang. 




Sore itu, saya berangkat dari kantor. Kebetulan sudah ijin sama istri pulang kerja langsung ke lokasi bukber karena mempertimbangkan jarak dari rumah ke lokasi yang jauh dibandingkan jarak dari kantor ke lokasi yang cukup dekat. 

Kurang lebih sepuluh menitan, saya sudah tiba di area parkir lesehannya. Parkirannya gak begitu luas. Posisi lesehan gak di pinggiran jalan besar, tapi agak masuk sedikit di jalan pedesaan yang di kiri-kanannya area persawahan. 

Beberapa pengunjung lainnya sudah terlebih dahulu tiba di lokasi. Teman-teman sudah ada beberapa yang datang termasuk bendahara sekaligus koordinator bukber dadakan. hehehe. 

Ada bang Ozil, bang Nas, Ust.Mahpudz, Pak Toni yang terlebih dahulu tiba. Selain itu masih dalam proses ijin sama istri di rumah, hehehe. 

Waktu masih menunjukkan jam setengah enam sore. Masih ada waktu satu jam menunggu adzan magrib. Saya berkeliling area lesehan sambil mengambil beberapa foto dan video. Videonya sudah terlebih dahulu saya share di ig story (@lazwardy_perdana).





Posisi lesehan ini terbilang cukup kece. Berada di pinggiran sungai kecil dengan air yang mengalir cukup deras dan persawahan yang sejuk dilihat mata. 

Penampakan Karambia Resto ini terbilang cukup unik. Resto atau lesehan yang berada di Lombok ini, terasa seperti berada di lesehan di Jawa Barat. Nuansa Sundanya cukup terasa. Terdiri dari ruang makan outdoor dan indoor. Ada saung dimana ada air yang mengalir di bawahnya. 

Bangunan yang cukup sederhana dengan meja kursi yang terbuat dari kayu. Area taman dengan playground ramah anak. 

Untuk ruang indoornya berada di sebelah utara, dimana atap bangunannya berbentuk joglo khas Jawa. Benar-benar berada di alam yang asri penuh dengan kesejukan. 

Lampu-lampu penerang sekitar area taman menambah nuansa syahdu. Terasa seperti healing di area persawahan sambil menikmati suara air mengalir dan suara katak yang saling bersahutan. 

Waktu berbuka hampir tiba. Satu per satu makanan yang kami pesan sudah datang. Di Karambia Resto ini menyajikan masakan tradisional khususnya masakan khas Lombok. Ada juga beberapa menu nusantara.


Kami mengambil menu paketan yaitu Paket Begibung untuk empat orang dimana terdiri dari Nasi Putih satu bakul, Ayam Beberuk, Terong Beberok, Beberok Teri, Urap Timun, Telur Gulung,  Pelecing Kangkung, Ikan Nila Bakar, Tahun Tempe Goreng, Beberok Teri dan Kelak Manis. Untuk minuman kami pesan Es Kelapa Gula Merah. 

Untuk harga paket begibungnya yaitu 225K. Ada juga paket mesaq (sendiri), paket berayan (2 orang) dan masih ada lainnya. 

Sayangnya ada dua menu yang kami pesan tapi berhubung kondisi saat itu ramai. Jadinya kami cancel yaitu Ayam Bakar Suranadi dan Ayam Bakar Tanaq Maik masing2 dua porsi. Alasan dari karyawan resto kalau menu tersebut masih lama proses masaknya. Daripada lama nunggu, akhirnya kami batalkan. 

Gak lama berselang, waktu berbuka pun tiba. Kami yang jumlahnya empat belas orang segera berbuka. Segelas es kelapa muda gula merah yang sangat segar di tenggorokan puna terasa nikmat. 

Makan kurma beberapa biji dan es kelapa muda gula merah. Setelah itu baru kami makan besar. 


Ayam Beberok

Menu satu ini menjadi perhatian saya saat melihat di paketannya ada menu ayam beberok. Sudah lama gak bertemu dengan menu satu ini. 

Daging ayamnya lembut dan gurih. Disini ayam yang dipakai yaitu ayam kampung. Terasa ayam bakar yang dibumbui dengan sambal terong aceh. 

Penyajiannya dengan daging ayam disuir-suir kemudian di taruh di atas piring dengan bumbu rahasia. Apalagi ada perasan jeruk nipis menambah sambalnya terasa segar. 

Menurut saya ini menu rekommended buat dicoba. Bagi yang gak doyan makan terlalu pedas, menu ini cocok sekali. Gak begitu pedas di lidah. Tapi maknyus buat dicoba. 


Pelecing Kangkung 

Masakan khas Lombok ini sudah sangat terkenal baik di lidah orang Lombok sendiri maupun lidah orang luar. 

Ini menu favorit saya banget di Bulan Ramadhan. Terdiri dari sayur kangkung yang direbus terlebih dahulu. Kemudian disajikan dengan ulekan sambel tomat dan terasi. Ditambah toge sebagai pelengkap. Ibarat kangkung dan toge gak bisa terpisahkan dalam seporsi pelecing kangkung. 

Buat yang hobi makan pedas, menu ini sangat cocok buat kalian. Tapi bagi yang gak suka makan pedas, tingkat kepedasan dari pelecing kangkungnya bisa diatur. 

Terong Beberok

Nah menu satu ini juga saya suka. Terong yang dibakar terlebih dahulu kemudian disuir-suir dan disajikan bersama sambal tomat dan terasi. Ditambah perasan jeruk nipis membuat pesaing dari pelecing kangkung ini enak dimakan bersama menu lainnya. 

Terong bakar yang digunakan yaitu terong hijau. Ukurannya juga cukup besar. Sangat lembut di mulut. Apalagi sambel tomatnya yang buat nafsu makan bertambah. 


Ikan Nila Bakar Tanaq Maik

Salam satu paket menunya terdiri dari dua ekor ikan nila bakar. Dibakar menggunakan tusukan bambu kemudian dilumuri bumbu rahasia di permukaan ikannya. 

Daging ikannya enak banget. Lembut dan terasa asin garamnya enak di mulut. Ditambah bumbu pilihan membuat menu satu ini sangat cocok dinikmati bersama dengan pelecing kangkung dan ayam beberok. 


Es Kelapa Muda Gula Merah

Habis makan besar, gak lengkap rasanya kalau gak minum yang segar-segar. Apalagi di bulan puasa ini, yang namanya kelapa muda menjadi pilihan minuman banyak orang untuk melepas dahaga. 

Ditambah lagi air kelapa memiliki banyak manfaat antara lain mencegah terjadinya dehidrasi atau mengganti cairan tubuh yang hilang, sebagai penawar racun dan lain-lain. 

Tapi kalau diminum secara berlebihan juga gak baik bagi kesehatan. Salah satu gak baiknya, buat kita mabuk air kelapa, hehehe. 

Air kelapa ditambah dengan gula merah memberikan rasa manis di air kelapanya. Pas banget diminum saat berbuka. Pada umumnya air kelapa banyak dijual pada bulan puasa karena harganya terjangkau dan aman bagi semua umur. 

Mungkin itu dia beberapa review yang bisa saya bagikan kepada teman-teman pembaca setia blog ini. 




Semakin malam suasana di lesehan ini semakin syahdu. Udara semakin sejuk. Angin malam yang sepoi-sepoi sangat terasa. So, kami masih betah ngobrol disini sambil menikmati secangkir Kopi Sasak. 

Ada beberapa noted yang perlu saya share. Untuk pelayanannya saya rasa agak kurang. Alasannya karena kami sudah booking tempat bersama menunya empat hari sebelumnya. Pas di hari H, pesanan kami agak lama datang. Bahkan ada yang kami cancel karena terlalu lama menunggu. Harusnya menu yang kami pesan sudah siap pas hari H kami berbuka puasa disana. 

Padahal saya penasaran dengan rasa Ayam Bakar Suranadi dan Ayam Bakar Tanaq Maiq disini. Kami juga datangnya dua jam sebelum waktu berbuka. Harusnya bisa disiapkan sebelumnya agar pelanggan gak kecewa. 

Es kelapa mudanya juga terlalu lama datang. Padahal waktu sudah mendekati waktu berbuka. Pas kami yang menanyakan minumannya, baru pelayannya cepat menyiapkan. 

Saya kurang tau kenapa demikian. Mungkin kalau di musim bukber kali ini, saya agak maklum. Tapi dari beberapa teman yang sudah makan disini di luar bulan puasa, punya komentar yang sama dengan saya. 

Saya harap bisa diperbaiki oleh pihak management dari Karimbia Resto untuk lebih baik lagi kedepannya. Sayang sekali tempat sebagus dan semenarik Karimbia Resto tapi pelayanannya yang kurang. 

Over all, untuk kenyamanan tempat dari penilaian saya sangat bersih, banyak spot fotonya, tempatnya sangat menarik karena berada di pinggiran sawah dan sungai kecil. Untuk proses bookingnya juga gak ribet. Cepat respon saat bertanya di akun instagramnya.

Untuk rasa masakannya menurut saya enak sekali. Kalau kata alm.Pak Bondan "Maknyus".  Saya suka dengan ayam beberok dan pelecing kangkungnya. 

Semoga bisa kesini lagi untuk nyobain Ayam Bakar Suranadi dan Ayam Bakar Tanaq Maiq nya. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Friday, 7 March 2025

Cemilan Berbuka Puasa Enak di Mataram : Tukumie Lombok


Gak terasa kita sudah berjumpa lagi dengan Bulan Ramadhan dalam keadaan sehat semua. Semoga rezeki kita juga ikutan lancar dan saldo rekening juga ikutan sehat. Amin. 


Kalau sudah ngebahas soal Bulan Puasa, pastinya namanya menu untuk berbuka menjadi pembahasan nomor satu di media sosial. Kalian buka aja instagram, facebook atau blog kuliner. Pasti para netizen sudah pada war takjil dan menu berbuka puasa.

 

Di Kota Mataram, saya dan istri menemukan salah satu tempat alternatif buat teman-teman berbuka puasa di luar, berhubung pastinya hampir semua tempat makan dari warung, angkringan, cafe, lesehan sampai resto pun sudah sold out booking tempat satu sampai dua hari kedepan. 


Iklan solusi perjalanan andarekomendasi travel di lombok


Bisa dibilang tempatnya gak begitu wah dibandingkan tempat ternama lainnya. Tapi setelah saya dan istri bareng anak-anak kesana buat mencoba menunya, kesan kami berdua cukup nyaman dan makanannya enak. Anak-anak pun sangat senang.


Sebut saja namanya Tukumie Lombok. Ini rekomendasi istri yang terlebih dulu lihat tempat makannya di akun ig-nya (@tukumie_). 


Saya sebut saja namanya Kedai Tukumie. Dari namanya saja kita sudah bisa menebak menu-menu yang ada disini. Ya benar sekali, Tukumie Lombok menyajikan beberapa menu mie, antara lain bakmie, bihun dan dimsum. 


Tren beberapa tahun sekarang ini namanya bakmie dan dimsum menjadi makanan cemilan primadona di kalangan anak-anak muda. Buat yang mengurangi makan nasi, mereka beralih mengkonsumsi mie sebagai makanan berat sekaligus cemilan. Asumsi saya saja sih ini, hehehe. Yang punya pendapat lain, boleh komentar di bawah !. 




Kedai Tukumie sekarang ini sudah memiliki dua cabang. Dimana cabang pertama di Taman Sangkareang dan cabang kedua di Jalan Bung Karno, Pagutan, Kota Mataram.


Kami berempat datang ke cabang kedua di Pagutan yang lokasinya tepat di depan Rumah Sakit Biomedika. Dari pinggir jalan, kedai ini terbilang agak kedalam sedikit alias tertutup dengan bangunan kedai makanan di sebelahnya. 


Jadi patokannya ya tepat di depan RS Biomedika bila kalian bingung. Kedainya dominan warna merah identik dengan konsep industrial. Ada banner juga sebagai pertanda bertuliskan Tukumie dengan foto beberapa menu bakmie andalannya. 


Kami datangnya sore hari setelah hujan reda. Pas banget suasana hujan gene makan yang hangat-hangat. Sampai di lokasi, suasana kedainya masih sepi. 





Jadinya masih bebas memilih tempat duduk. Kami memilih duduk di kursi yang terbuat dari bekas drum yang dimodifikasi menjadi sebuah kursi panjang dan bulat. Di tengahnya ada meja yang dibuat dari bekas drum juga. Cat dominan warna kuning. Keren sekali kalau punya tempat duduk seperti ini di rumah. Btw harga buatnya berapaan yaak ? Hehehe. 


Ruangannya semi outdoor gitu seperti kedai-kedai pada umumnya. Terpenting kita masih aman dari hujan dan panas. Atapnya juga terbuat dari spandek. Jadinya gak terlalu panas juga. 


Selain meja kursi industrial tadi. Ada juga meja dan kursi biasa dari kayu dan besi pada umumnya. Sebagai penghias, disini juga ada akuarium mini dengan ikannya yang berwarna-warni. Anak-anak sangat senang melihat ikan seperti ini. 


Ada beberapa pengunjung lainnya yang duduk sore itu. Jadinya gak terlalu bising oleh suara orang-orang. Apalagi mendengar beberapa lagu-lagu hits tahun ini, jadi buat betah. Sudah lama rasanya gak nongkrong sambil mendengar musik.


Next.... 


Kami memesan beberapa menu. Saya memesan bakmie pedas manis level dua. Sedangkan anak-anak kami pesankan bakmie pedas manis level nol saja. Istri pesan bakmie ayam ori. Untuk minumnya kami pesan es jeruk peras. 



Bakmie Pedas Manis 13K


Menu satu ini menjadi salah satu best seller di kedai ini. Bisa dibilang saya pecinta makan mie goreng. Sejak kecil sukanya makan mie goreng.


Masakan mie asal Jepang ini sudah menjamur di Indonesia, khususnya Lombok. Sudah banyak kedai-kedai yang menjual menu mie satu ini. 


Di Tukumie, bakmie pedas manisnya enak banget. Salah satu mie favorit saya selain di beberapa tempat ternama yang sudah pernah saya coba. 


Mienya gurih dan lembut. Porsinya juga cukup banyak. Bumbunya juga gak lebay di lidah. Namanya mie pedas manis pastinya ada dikasi kecap biar manis, dicampur oleh minyak wijen dan diberi cabai menambah sensasi pedasnya. 


Topingnya ada sayuran, potongan daun bawang, potongan ayam, sosis goreng dan pangsit.


Kebetulan saya pesan mie pedas yang level dua. Rasanya pedasnya sudah cukup di mulut. Gak terlalu pedas dan gak terlalu hambar.


Harganya pun sangat menggoda untuk nambah lagi. Seporsi bakmie pedas manis seharga 13 ribu. Lebih murah dibandingkan makan mie ayam atau bakso, hehehe. 



Bakmie Kuah Ayam Ori 14K


Menu mie satu ini pesanan istri. Selain mienya yang lembut dan gak kenyal. Yang saya suka dari mie ini yaitu kuahnya yang gurih. Kuahnya yang berasal dari kuah ayam sangat berasa di lidah. 


Topingnya juga hampir sama dengan bakmie pedas manis. Ada sayuran, potongan daun bawah, potongan ayam, bawang goreng dan sosis. 


Porsinya juga cukup banyak. Buat seukuran istri saya, porsinya sudah sangat pas.  Dimakan selagi hangat, apalagi dengan suasana hujan gini, rasanya enak pool. 


Harganya juga cukup murah yaitu 14 ribu saja kita sudah bisa menikmati menu Bakmie Kuah Ayam Ori. 



Dimsum Mentai 17K


Sebagai cemilan menikmati bakmie, kami memesan salah satu cemilan best seller juga disini yaitu Dimsum Mentai. 


Dari beberapa info yang saya pernah baca. Cemilan yang berasal dari Jepang ini sangat populer di negaranya. Di Indonesia pun cukup terkenal. 


Olahan makanan yang terbuat dari campuran ayam dan udang. Kemudian diberi toping saus mentai yang creamy dan gurih. Biasanya diberi taburan rumput laut di atasnya juga. 


Perlu diketahui saus mentai merupakan saus khas Jepang yang dibuat dari campuran telur ikan cod dengan diberi tambahan mayonaise. Terlihat seperti mozarella dari jauh. 


Ketika dimakan, dimsumnya sangat padat dan ukurannya besar. Saus mentainya sangat lumer di mulut. Menurut saya ini rekommended buat kalian pesan ketika datang ke Tukumie.


Harganya pun cukup terjangkau yaitu 17 ribu kita sudah dapat empat buah dimsum mentai di satu porsinya. 



Es Jeruk Peras 


Habis makan yang pedas-pedas. Enaknya minum yang segar-segar. Pesan Es Jeruk Peras menjadi pilihan yang tepat. 


Ini es jeruknya mengingatkan saya dengan es jeruk yang pernah saya minum disaat masih kecil. Dulu belinya air jeruknya dituang ke dalam plastik transparan dan sedotan dengan harga 500 rupiah. 


Rasanya pun hampir sama. Ada sensasi kecut dan manis. Benar-benar segar sekali. Amannya lagi es jeruk ini gak buat batuk karena gak mengandung pemanis tambahan atau biasa kita sebut "sari manis". 


Jadi aman buat diminum sama anak-anak. Harganya saya lupa-lupa ingat karena gak saya catat. Di akun ig-nya juga belum saya temui menu minumannya. Hahahaha. 



Over all, menurut saya dan istri, makan bakmie di Tukumie gak rugi. Rasanya bakmie dan dimsum mentainya enak banget. Jadi nagih buat dibawa pulang ke rumah juga, heheh. 


Buat kalian yang ingin berbuka puasa dengan bakmie dan dimsum. Boleh dicoba buka bareng (bukber) bareng teman dan keluarga disini. Tempat boleh kecil tapi suasana nongkrong gak perlu diragukan. 


Untuk waktu bukanya bisa kalian update info di akun ig-nya (@tukumie_). Kalau gak salah di cabang Pagutan ini tutupnya hanya Hari Senin saja (dikoreksi bila keliru).


Penulis : Lazwardy Perdana Putra